Review laptop HP Spectre Folio 13

HP Spectre Folio 13, laptop berlapis kulit bergaya flamboyan

Berbeda dari seri Spectre atau bahkan kebanyakan laptop merek lain di kelasnya, Folio 13 memiliki kulit asli pada lapisan terluarnya sehingga tampilannya menjadi sangat istimewa.

HP Spectre Folio 13, laptop berlapis kulit bergaya flamboyan

Performa mulus, baterai irit

HP memberikan layar Spectre Folio 13 dengan resolusi 4K atau 3840 x 2160 piksel. Oleh karenanya, konten yang tampil di layar tersebut terlihat sangat detil. Laptop ini memiliki teknologi layar LCD IPS dengan penerangan latar LED. Nah, sesuai karakteristik panel IPS dan penerangan LED, warna yang ditampilkannya sangat cerah dan tetap stabil meski dilihat dari samping.

Keluhan saya terkait layarnya yang tidak dilengkapi dengan panel anti-glare (atau anti pantul). Saya pernah mengetik di bagian teras sebuah kedai kopi lantara terdapat gangguan pantulan area sekitar. Cara ini cukup dapat diatasi dengan meningkatkan kecerahan layar. Sebagai informasi, kecerahan layar Spectre Folio 13 dapat disetel hingga 400 nit. Besaran kecerahan ini lebih tinggi sekitar 2 hingga 3 kali lipat jika dibandingkan dengan laptop standar.

Menggunakan penyimpanan sebesar 1 TB dengan basis teknologi SSD NVMe M.2 dan kapasitas RAM sebesar 16 GB. Performa yang dihadirkan laptop bisnis ini sangat stabil dan mulus. Ketika mengaktifkannya dari keadaan mati, laptop ini hanya memerlukan waktu sekitar 15 detik. Sedangkan ketika shut-down, ia hanya memerlukan waktu 9 detik. Hal yang tidak kalah menarik adalah kecepatan performa jika masuk ke dalam keadaan Sleep, hanya memerlukan waktu kurang dari 1 detik. Dengan demikian saya hanya mengandalkan mode Sleep ketika tidak menggunakan laptop.

Berdasarkan pengalaman saya, daya baterai hanya berkurang 1 persen ketika perangkat Spectre Folio 13 sedang dalam mode Sleep. Artinya, laptop hanya memakan daya baterai sebanyak 24 persen ketika dibiarkan masuk ke mode sleep selama sehari semalam.

Masih menyinggung soal baterai, dapat saya katakan bahwa efisiensi daya yang diberikan Spectre Folio 13 juga sangat tinggi. Ini dibuktikan ketika saya menggunakan saat mengetik sambil melakukan browsing internet. Dengan penggunaan seperti itu, Spectre Folio 13 mampu bertahan hingga 11 jam. Penghitungan ini saya hitung berdasarkan pengalaman.

Ketika baterai dalam keadaan 13 persen, Spectre Folio 13 membutuhkan waktu sekitar 50 menit untuk mengisi ulang hingga 100 persen, dengan catatan laptop dalam keadaan menyala tetapi tidak digunakan. Tetapi waktu pengisian menjadi molor hingga sekitar 2,5 ketika laptop diisi ulang sambil digunakan untuk menyetel YouTube, mengetik, menjelajah internet dan sebagainya. Saat saya menguji baterai menggunakan aplikasi PCMark10, kekuatan baterainya dapat bertahan hingga 6 jam 1 menit.

Port charger Spectre Folio 13 menggunakan USB Type-C. Saya pernah iseng mengisi ulang baterai smartphone menggunakan charger tersebut, dan ternyata baterai ponsel saya dapat terisi ulang dengan fitur fast charging layaknya menggunakan charger bawaan. Tetapi ketika saya mencoba mengisi ulang laptop menggunakan charger smartphone dengan port USB Type-C, baterai laptop tidak dapat terisi ulang.

Performa yang stabil juga dapat saya rasakan ketika memainkan gim Beach Buggy Racing. Selama bermain, tidak ada gangguan lagging. Detil-detil pada gim juga terlihat sangat jelas, ini kemungkinan berkat layarnya yang beresolusi 4K. Hal senada juga dapat saya rasakan ketika memainkan gim balapan yang lebih serius, Asphalt 9. Tetapi sayangnya layar laptop kurang mampu menampilkan konten yang bergerak cepat, sehingga terlihat agak blur.

Setelah membicarakan layar, kini saatnya saya membicarakan kualitas audio. HP bekerja sama dengan pabrikan audio premium asal Denmark Bang & Olufsen. Berkat sistem empat speaker yang berlokasi di atas keyboard, efek suara yang direproduksi memiliki kualitas surround unggulan. Hal tersebut dapat saya katakan saat bermain gim Asphalt 6. Suara mobil-mobil lawan di belakang dapat tersimulasikan cukup bagus saat balapan. Kekuatan audionya juga sangat lantang untuk seukuran laptop tipis.

Prosesor yang digunakan untuk mentenagai Spectre Folio 13 adalah Intel Core i7-8500Y dengan kecepatan clock 1.5 GHz. Sebagai informasi, prosesor ini merupakan keluarga Core generasi ke-8 (Kaby Lake) yang diperkenalkan pertama kali pada kuartal ketiga tahun 2018. Mengusung proses fabrikasi 14 nm, prosesor ini juga memiliki 2 core dan 4 thread . Besaran Thermal Design Power (TDP) Core i7-8500Y adalah 5 watt. Sistem grafis yang digunakan pada Spectre Folio 13 adalah Intel UHD Graphics 615.

Saat menjalankan aplikasi pengujian Cinebench, laptop untuk keperluan bisnis tersebut mampu meraup angka 557 untuk percorbaan multi-core dan 273 untuk single-core. Sebagai perbandingan, Acer Switch 7 dengan Intel Core i7-8550U memiliki skor Cinebench 160 untuk single-core dan 519 untuk multi-core.

Sebagai catatan, di sini saya membandingkan Spectre Folio 13 dengan Acer Swift 7 hanya untuk referensi semata agar kamu dapat membayangkan gambaran skor-skor benchmark.

Tidak lupa saya menjalankan aplikasi PCMark 10. Benchmark ini menampilkan serangkaian pengujian komprehensif yang mencakup beragam tugas yang dilakukan di tempat kerja. Setelah menjalankan aplikasi tersebut, Spectre Folio 13 mampu mengumpulkan skor 2580 poin., Sebagai perbandingan, Acer Switch 7 memiliki nilai 3288 pada benchmark yang sama.

Benchmark terakhir yang saya jalankan adalah 3DMark untuk menentukan performa rendering grafik komputer 3D. Laptop ini mampu mengumpulkan skor 2265 poin untuk 3DMark Sky Diver dan 245 poin untuk 3DMark Time Spy. Dalam pengujian ini, laptop bisnis Switch 7 memiliki nilai 4785 dan 925 yang masing-masing untuk pengujian 3DMark Sky Diver dan 3DMark Time Spy. Nilai yang lebih tinggi yang pada Acer Swift 7 kemungkinan besar berkat GPU diskrit Geforce MX150.

Kesimpulan

Selama menggunakannya sekitar dua minggu, dapat dikatakan saya puas dengan performa dan kestabilan laptop HP Spectre Folio 13. Saya juga tidak pernah mengalami gangguan hang atau bahkan blue screen pada laptop premium ini. Sebagai laptop untuk keperluan bisnis, Spectre Folio 13 siap memenuhi di manapun berkat rancang bangunnya yang teramat tipis.

Bodi berlapis kulit bukan sekadar gimmick belaka, ini dapat meningkatkan rasa kepercayaan diri kamu ketika sedang mengadakan presentasi dengan klien penting. Lapisan yang tidak biasa ini juga berlakon sebagai pelindung laptop dari guncangan-guncangan kecil ketika kamu menentengnya. Satu hal yang perlu diperhatikan adalah perawatan kulit yang berbeda dari laptop biasa.

Saya sangat jarang mematikan laptop ini lantaran perofrma mode Sleep sangat cepat dan sangat minim menggunakan daya baterai. Dengan demikian, saya merasa seperti layaknya smartphone atau tablet seutuhnya. Saya juga tidak perlu selalu membawa charger ketika ingin mengetik di luar ruangan. Hal yang membuat perasaan saya agak mengganjal adalah seluruh port USB dilengkapi dengan Type-C, jadi ketika kamu ingin menghubungkan flash disk diwajibkan menggunakan adaptor. Sayangnya HP tidak menyertakan adaptor tersebut di paket pambelian Spectre Folio 13. Jika kamu seorang eksekutif yang mengedepankan laptop berperforma stabil dan lancar serta desain flamboyan, ini cocok dijadikan referensi dengan harga Rp34.999.000.

 
HP Spectre Folio 13
Bagus ...
  • Performa lancar
  • Desain aduhai
  • Baterai irit
Kurang ...
  • Tidak ada port USB standar
  • Stylus licin
Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: