Review Corsair Nightsword RGB

Corsair Nightsword RGB, paling enak buat tembak-tembakan

Memiliki banyak macro, Corsair Nightsword RGB bisa jadi salah satu rekomendasi mouse untuk game FPS.

Corsair Nightsword RGB, paling enak buat tembak-tembakan Corsair Nightsword RGB

Untuk membuat sebuah mouse gaming untuk gim FPS bukan sebuah hal yang mudah. Selain memiliki DPI yang tinggi dan laser yang sensitif, masih banyak hal lain yang dipertimbangkan oleh para gamer.

Salah satu yang mencoba untuk menghadirkan sebuah mouse gaming untuk para penggila gim FPS adalah Corsair. Melalui Nightsword RGB, mereka menawarkan banyak fitur yang bisa dikatakan cocok untuk penggila gim FPS.


BACA JUGA

ROG Strix Scar III, cocok buat yang mau jadi Pro Gamer pemula

ROG Strix Scar III, cocok buat yang mau jadi Pro Gamer pemula

SoundMagic E11C, tampil mewah dengan harga terjangkau


Sayangnya, disaat pertama kali saya membuka mouse ini dari kemasan, saya melihat ada satu hal yang langsung membuat saya agak kecewa. Mouse ini didesain untuk mereka yang memiliki tangan dominan sebelah kanan.

Meskipun saya merupakan seseorang yang memiliki tangan dominan sebelah kanan, saya memiliki dua orang gamer yang memiliki tangan dominan sebelah kiri. Dan keduanya sudah lama mencari mouse gaming khusus untuk FPS.

Ukuran dari mouse ini bisa dibilang cukup besar, jadi bagi Anda yang bertangan besar dan nyaman dengan palm grip, Nightsword RGB sangat nyaman Tapi, jika Anda memiliki tangan yang relatif kecil dan lebih memilih menggunakan claw grip atau fingertip, mouse ini terasa kurang nyaman.

Ada beberapa hal yang membuat saya cukup jatuh cinta terhadap Nightsword RGB. yang pertama adalah adanya “thumb rest” di sebelah kiri perangkat. Dengan hadirnya penopang tersebut, saya tidak perlu merasakan ibu jari saya gesekan dari permukaan mousepad.

Karet-karet dari Nightsword RGB juga sangat nyaman. Karet pegangannya cukup keset di tangan, membuat saya percaya diri untuk menggerakkan mouse tersebut dengan cepat tanpa harus kehilangan pegangan saya terhadap mouse.

Beralih ke tombol, Nightsword RGB memiliki total delapan tombol. Dua merupakan tombol utama, yaitu klik kiri dan klik kanan. Sedangkan lima tombol lain merupakan tombol macro yang dapat disesuaikan sesuka hati pengguna.

Untuk melakukan kustomisasi, saya harus menggunakan aplikasi iCue. Saya bisa mengkostumasi semua tombol sesuka hati, dari mengatur volume, meluncurkan aplikasi tertentu, melakukan copy dan paste, dan lainnya.

Tapi, ada satu tombol yang akan saya ubah fungsinya, yakni sebuah macro yang bertugas untuk mengubah DPI ke 800 DPI. Macro ini sangat berguna, apa lagi saya yang senang bermain gim FPS fast paced, seperti PUBG.

Mengapa berguna? Pada saat saya menggunakan senjata dengan scope tinggi, seperti menggunakan scope x6, x8, atau x15, mengganti dari DPI tertinggi ke terendah sering kali harus dilakukan dengan cepat. Jadi, macro ini sangat berguna.

Kemudian ada juga dua macro lain di atas macro DPI tersebut. Nah, secara default kedua tombol tersebut berfungsi sebagai previous dan next di peramban. Biasanya, saya mengganti fungsi tombol tersebut menjadi mengganti senjata di gim PUBG.

Sedikit ke atas lagi, ada dua tombol lagi yang secara default memiliki tugas untuk mengganti DPI. Jangkauan pilihan DPI-nya pun sangat besar, mulai dari 800 DPI hingga 18,000 DPI. Pengguna bisa menyimpan hingga 3 DPI sekaligus.

Terakhir, dua lagi di bagian atas secara default berfungsi sebagai pengganti mode, yang sebelumnya sudah di atur menggunakan software iCue.

Beralih ke scroll, saya cukup nyaman untuk menggunakannya. Friksi yang ada di dalamnya cukup nyaman untuk digerakkan baik ke depan dan belakang. Begitu juga dengan fungsi klik dari scroll wheels-nya yang juga sangat empuk.

Di bagian belakang, terdapat sebuah laser yang kasat mata, yang menurut saya cukup sensitif. Begitu juga dengan performa-nya untuk menangani berbagai permukaan yang sangat baik. Nightsword RGB mampu berjalan dengan sangat baik meski berada di atas cermin.

Selain itu, pengguna juga akan menemukan sebuah kompartemen untuk menambah atau mengurangi berat dari mouse tersebut. Oh iya, tanpa pemberat, pengguna akan mendapatkan mouse seberat 119g.

Sedangkan setelah semua pemberat dimasukkan, pengguna akan bisa memiliki mouse dengan berat hingga 141 gram jika menggunakan keenam pemberat secara sekaligus. Dan yang paling menarik, software iCue dapat mendeteksi secara tepat semua pemberat yang dipasang oleh pengguna.

Terakhir, dan mungkin yang paling terpenting bagi sebagian orang adalah kehadiran RGB di Nightsword RGB. Corsair menyematkan hingga empat zona di mouse tersebut, yakni di bagian depan, belakang, atas (logo Corsair) dan di bagian DPI. Keempatnya dapat diatur secara terpisah di software iCue.

So, harus saya akui Nightsword RGB merupakan salah satu mouse gaming yang paling nyaman untuk bermain gim FPS. Tapi, mouse ini juga sangat nyaman untuk digunakan untuk bermain gim MOBA, karena mouse ini memiliki banyak macro yang dapat diganti sesuka hati, dan dapat disesuaikan per aplikasi. Jadi, secara umum, Nightsword RGB merupakan sebuah mouse gaming yang sangat fleksibel.

Terakhir, satu hal lagi yang saya kurang suka dari mouse ini adalah masih digunakannya kabel untuk menghubungkannya dengan komputer atau laptop. Bagi beberapa orang, termasuk saya, penggunaan kabel saat ini tak lagi relevan, karena teknologi jaringan nirkabel terutama Bluetooth sudah memiliki latensi yang sangat kecil.

Jadi, apakah saya merekomendasikan Corsair Nightsword RGB? Jika Anda merupakan gamer yang mementingkan fungsionalitas dan fitur, saya sangat merekomendasikan mouse ini. Tapi, untuk menebus Nightsword RGB, Anda harus merogoh kocek yang cukup dalam, yakni di angka Rp1,2 juta.

Tapi, jika Anda ingin memiliki mouse dengan fungsi yang sama dan ada di harga yang sama, namun ingin memiliki fungsi nirkabel, Anda bisa membeli Corsair Dark Core RGB.

 
Corsair Nightsword RGB
Bagus ...
  • Banyak Makro
  • DPI Tinggi, hingga 18.000 DPI
  • Ada Tombol Khusus DPI 800
Kurang ...
  • Cukup Mahal
  • Masih Pakai Kabel
  • Ukuran Cukup Besar

 

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: