Review Corsair 220T RGB

Corsair 220T RGB, casing ramah airflow!

Hadir dengan tiga kipass RGB di bagian depan, Corsair 220T RGB dengan mudah dapat memindahkan udara panas keluar casing berkat desain casing

Corsair 220T RGB, casing ramah airflow! Corsair 220T RGB

Apa yang membuat sebuah casing komputer menarik? Jawabannya ada dua. Yang pertama adalah RGB, sementara yang kedua adalah air flow yang sangat baik. Untuk yang pertama, kini semakin banyak produsen casing komputer yang menyematkan RGB di produk mereka. Sayang, kini semakin sedikit vendor yang memperhatikan airflow dan mengorbankannya untuk estetika.

Tapi tidak dengan Corsair. Melalui 220T RGB, mereka membuktikan bahwa memiliki ariflow yang sangat baik bukan berarti mengorbankan estetika. Di bagian depan, casing ini memiliki panel yang terbuat dari metal, bukan dari plastik.


berita tentang tek.id

BACA JUGA

Plantronics BackBeat FIT 3200, earphone penggemar olahraga

Zowie S1 & S2, mouse eSports kok begini?

QNAP QSW-308-1C, switch murah untuk rumah dan bisnis kecil


Ketebalan dari panel depan tersebut kira-kira setebal 2mm. Ditambah dengan banyaknya lubang untuk udara masuk dari bagian depan casing yang berbentuk kurung siku (<>), saya agak sedikit skeptis soal kekuatannya.

Tapi, setelah memegangnya dan mencoba untuk membengkokkan panel tersebut, saya terkejut. Ternyata, panel depan dari 220T RGB cukup kokoh. Sedangkan untuk melepas panel depan cukup mudah. Panel tersebut hanya ditahan oleh empat pentolan besi di bagian panel dan sayangnya lubang plastik di casing. 

Saya agak skeptis dengan daya tahan plastik yang ada di casing jika pengguna sangat sering membuka panel depan.

Di bagian depan juga terdapat sebuah filter debu yang cukup tebal. Mekanisme penguncian filter debu di bagian depan juga cukup simpel. Terdapat dua pengait di bagian bawah dan empat magnet yang cukup kuat di bagian tengah dan atas.

Filter debu juga terdapat di bagian atas casing, dimana memiliki mekanisme penahan magnet di sekeliling filter.

Sedangkan di bagian bawah, terdapat juga filter debu untuk PSU yang ditahan dengan mekanisme pengunci standar.

Corsair juga membekali 220T RGB dengan tempered glass yang cukup tebal. Yang saya suka dari tempered glass ini adalah tidak diberikan ‘dark tint’. Jadi, kita akan dapat melihat pendaran LED dari komponen tanpa merubah warna sedikitpun.

Mekanisme penguncian side panel tempered glass ini termasuk standar. Terdapat karet di bagian dalam sekrup dan ada juga karet di sekeliling rumah ulir di bagian casing. Dan perlu diperhatikan, jangan pernah mengunci sekrup ini terlalu kencang untuk menghindari keretakan di kaca. Sedangkan side panel bagian belakang hanya terbuat dari panel metal polos standar saja.

Sedangkan di bagian belakang, kita akan menemukan sebuah lubang untuk I/O shield, satu rumah kipas dengan besar maksimal 140mm, dan tujuh pelindung panel PCIe. Dan di bagian bawah terdapat lubang untuk PSU.

Saya juga memperhatikan di bagian belakang casing ini memiliki banyak lubang untuk udara keluar. Hal ini cukup wajar ditemui di casing Corsair lain yang memang didesain khusus untuk mengoptimalkan air flow.

Beralih ke bagian dalam, ada sebuah sentuhan yang sangat saya suka. Corsair telah memasangkan standoff motherboard dari pabrikan. Saat ini semakin sedikit produsen yang melakukan hal tersebut.

Seperti kebanyakan casing mid-tower, 220T RGB juga memiliki kapabilitas untuk menampung motherboard hingga ukuran ATX. Selain itu, terdapat juga PSU Shroud yang akan menyembunyikan sisa kabel PSU, jika pengguna menggunakan PSU non-modular.

Manajemen kabel di casing ringkas ini juga cukup baik. Ada total empat lubang kabel yang menggunakan karet. Terdapat juga dua lubang di dekat panel dudukan motherboard untuk pilihan routing kabel yang fleksibel.

Beralih ke bagian samping belakang dari 220T RGB, saya melihat ada sebuah PCB. Awalnya, saya kira itu adalah fan-hub. Ternyata setelah diteliti lebih lanjut, ternyata itu adalah RGB-hub. Jadi, pengguna harus membeli fan-hub jika ingin mengontrol semua kipas secara bersamaan.

Kemudian terdapat juga dua rumah untuk SSD, yang ditempelkan di belakang panel penyangga motherboard. Hal ini membantu pengguna untuk mengurangi jumlah kabel yang berada di depan panel kaca.

Meski memiliki dimensi yang cukup kompak, 220T RGB juga memiliki 2 buah HDD Tray yang bisa dibongkar pasang. Pengguna juga dapat menggeser sedikit kedepan atau kebelakang untuk membuat kompartemen kabel PSU yang lebih kecil atau besar.

Sedangkan untuk air flow, casing ini memiliki air flow yang sangat baik. Di bagian depan, Corsair memberikan total tiga kipas RGB Static pressure. Pengguna juga dapat menyematkan radiator hingga 360mm di bagian depan.

Di bagian atas, terdapat lubang untuk intake yang dapat mengakomodir hingga dua kipas 120mm. Pengguna pun dapat menyematkan radiator di bagian atas, namun harus diperhatikan bahwa mereka harus menggunakan radiator super tipis untuk menghindari gangguan dengan kabel lainnya.

Sedangkan di belakang, pengguna dapat menyematkan satu kipas 140mm. Sayangnya, Corsair tidak menyematkan kipas apapun di bagian belakang. Namun, dengan hadirnya tiga kipas di depan dan banyak lubang di bagian belakang casing, membuat aliran udara panas di dalam casing dengan mudah keluar dan digantikan dengan udara dingin.

Lalu, akankah kami merekomendasikan Corsair 220T RGB?

Untuk harga Rp1,7 juta, 220T merupakan salah satu casing yang paling kokoh diantara casing lainnya. Ditambah dengan sangat banyaknya lubang udara untuk air-flow membuat casing ini sangat ramah air flow.

Casing ini memiliki fleksibilitas yang sangat tinggi dengan dukungan hingga satu radiator 360mm dan satu 240mm membuat mereka yang ingin menggunakan custom loop dapat memasangnya dengan mudah. Meski demikian, mereka harus merelakan dua HDD Bay jika mereka memilih menggunakan custom loop sebagai solusi pendingin. 

Tiga kipas di bagian depan dengan RGB pun sudah cukup untuk mendinginkan bagian dalam casing. Selain itu, RGB ketiga kipas ini dapat dikontrol dengan menggunakan aplikasi iCue, membuat pengguna dapat mengontrol RGB sesuka hati mereka.

 
Corsair 220T RGB
Bagus ...
  • Banyak Lubang untuk Air Flow
  • Tiga Kipas Depan Sangat Baik
  • RBG!
Kurang ...
  • Tidak ada Fan Hub
  • Harga Cukup Tinggi
  • Sempit Untuk Motherboard ITX

 

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini:
Tags :
Corsair