WD My Cloud Home Duo

Begini rasanya punya penyimpanan cloud pribadi

WD My Cloud Home Duo hadir dengan dua Hard Disk Drive (HDD) dan secara default terkonfigurasi untuk RAID 1, atau juga dikenal sebagai mirroring.

Begini rasanya punya penyimpanan cloud pribadi

Pada era yang serba terkoneksi seperti saat ini, penyimpanan berbasis cloud bisa dikatakan semakin populer. Untuk memanfaatkan keadaan tersebut serta menawarkan pengguna alternatif untuk layanan seperti Google Drive dan Dropbox, Western Digital (WD) menghadirkan perangkat penyimpanan cloud pribadi, salah satunya adalah My Cloud Home Duo.

Seperti namanya, WD My Cloud Home Duo hadir dengan dua Hard Disk Drive (HDD) dan secara default terkonfigurasi untuk RAID 1, atau juga dikenal sebagai mirroring. Dalam mode ini, salah satu HDD diatur untuk menyamai konten dari HDD yang lainnya. Dengan demikian, memastikan bahwa data Anda selalu terduplikasi dan tentu saja aman.


BACA JUGA

IBM keluarkan Rp517 triliun untuk akusisi Red Hat

ViBi Cloud luncurkan solusi cloud untuk UMKM dan bisnis menegah

Infinys luncurkan layanan cloud VM baru untuk UMKM


Desain dan pengoperasian

WD menghadirkan My Cloud Home Duo untuk para pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) maupun hanya rumahan. Memiliki ukuran dimensi 102 x 160 x 179 mm, perangkat tersebut memiliki perawakan yang tidak terlalu besar. Bentuk yang diberikannya juga sangat sederhana dengan persegi tanpa lekukan dengan dua warna, yaitu putih polos serta glossy di bagian atas dan warna silver di bagian bawah bodi yang dilengkapi dengan pola menarik perhatian sehingga penyimpanan cloud ini terlihat menarik diletakkan di sudut ruangan.

Antara bodi warna putih dan silver, ditengahnya ada lampu indikator LED. Lampu ini berwarna putih yang dilengkapi penerangan dengan ritma tertentu untuk memberi tanda kondisi sistem My Cloud Home Duo. Misalnya, jika lampu menyala stabil tanpa berkelip, artinya perangkat siap digunakan tanpa ada masalah apapun. Jika lampu berkelip perlahan, salah satunya adalah menandakan bahwa Home Duo sedang melakukan proses booting. Namun jika lampu berkelip dengan cepat, artinya perangkat sedang membutuhkan perhatian karena sedang mengalami error.

Pada bagian belakang, terdapat tombol daya dan tombol reset. Tombol daya terletak di antara pertemuan warna putih dan warna silver. Awalnya saya memang agak sudah untuk mencari tombol tersebut, tetapi setelah saya perhatikan dengan seksama, barulah saya melihat tombolnya. Oiya, sulitnya mencari tombol daya bukan berarti mata saya kurang normal yaa, melainkan memang WD merancangnya agak menyamar dengan bodi yang berwarna silver. Sedangkan tombol reset terletak di atas port USB yang jika ingin mengaksesnya harus menggunakan benda khusus, seperti jarum pentul atau sejenisnya.

Selain untuk mengaktifkan atau mematikan perangkat, tombol daya juga berguna untuk memaksa sistem untuk non-aktif tanpa memeriksa layanan yang sedang beroperasi atau membersihkan cache terlebih dahulu. Sedangkan tombol reset berguna untuk melakukan reboot perangkat, sehingga menjadikannya tidak dapat diakses untuk sementara.

Port USB yang ada pada My Cloud Home Duo berfungsi untuk mengimport foto dan video secara langsung dari perangkat USB Flash dan HDD atau SSD eksternal. Dengan demikian, Anda dapat menyimpan momen kesayangan secara aman.

Tidak ketinggalan pula port ethernet yang berguna untuk menghubungkan WD My Cloud Home Duo ke router. Pada port ethernet, ada lampu LED yang menginformasikan aktivitas koneksi dengan berkedip atau stabil. Di bawah port USB, Anda akan melihat port daya yang menggunakan sumber daya dari adapter yang berukuran relatif besar.

Fitur dan performa

WD My Cloud Home Duo yang menjadi unit uji saya hadir dengan jumlah kapasitas 8 TB. WD mengisi kedua bay My Cloud Home Duo dengan dua HDD WDD Red berkapasitas masing-masing 4 TB. Kedua HDD Red tersebut didukung teknologi NASware 3.0 yang mampu meningkatkan daya tahan HDD saat bekerja tanpa henti selema 24 jam dan melindungi data saat terjadi pemutusan daya listrik. Demi keamanan data, secara default My Cloud Home Duo dikonfigurasi dalam RAID 1 sehingga menyediakan kapasitas penyimpanan setengah dari kapasitas HDD terpasang yakni 4 TB. Anda dapat melihat kedua HDD tersebut dengan cara membuka bagian atas My Cloud Home Duo.

Jika Anda ingin mengakses Home Duo via perangkat pintar (smartphone atau tablet), dapat mengunduh aplikasi via Google Play Store dan Apple App Store secara gratis. Aplikasi ini memungkinkan Anda mengakses dan berbagi dari manapun (tentunya dengan bantuan koneksi internet) dengan mudah. Dengan fitur Automatic Photo dan Video Backup ke penyimpanan cloud milik WD tersebut. Dengan demikian, aplikasi ini membantu Anda menyimpan momen tak terlupakan. Selain itu, Aplikasi My Cloud juga membantu agar perangkat pintar tidak terlalu banyak file. Ia juga terintegrasi dengan layanan cloud lain, oleh karena itu menyajikan lokasi tersentralisasi untuk seluruh konten berharga milik Anda.

Home Duo juga dilengkapi fitur yang memungkinkan Anda mengajak keluarga atau rekan lain untuk menciptakan akun masing-masing. Setiap orang yang Anda ajak dapat mengatur ruang pribadi mereka sendiri yang tentu saja hanya mereka yang dapat mengakses file tersebut di perangkat Home Duo. Mereka dapat mengatur, mengakses dan berbagi konten sesuka mereka.

Selain otomatis backup pada perangkat mobile, Home Duo juga dapat melakukan backup otomatis pada perangkat PC dan Mac menggunakan software Windows Backup dan Time Machine. Anda juga dapat mengunduh aplikasi WD My Cloud untuk mengakses Home Duo.

Saya sendiri lebih sering mengakses perangkat cloud Home Duo lewat smartphone. Ketika pertama kali menjalankan aplikasi My Cloud, Anda harus log in atau sign in ke dalam akun My Cloud. Antarmuka yang ditawarkan My Cloud menurut saya cukup intuitif lantaran WD merancangnya dengan tampilan sederhana dan mudah digunakan.

Pada bagian terbawah aplikasi, akan ada menu Activity, Files, ikon tanda tambah (+), Photos, dan Settings. Dalam menu Activity, menjelaskan kegiatan yang telah Anda lakukan. Misalnya, jika baru-baru ini Anda mengunggah foto atau video ke Home Duo, akan terlihat detil berapa banyak foto atau video yang baru saja tersimpan.

Pada menu Files, Anda akan melihat seluruh file yang ada di Home Duo berserta folder yang sebelumnya Anda buat. Jika Anda ingin mengunggah file, ini saatnya Anda beralih ke menu dengan ikon (+). Setelah menekan ikon tersebut, akan ada informasi apakah Anda ingin mengunggah foto atau video, mengambil foto, dan menciptakan folder agah dapat memisahkan file.

Sama seperti menu Files, menu Photo juga menampilkan item yang ada di Home Duo, bedanya adalah di menu tersebut Anda dapat melihat hanya file berisikan foto atau video, atau bahkan keduanya. Seperti namannya, menu Settings adalah untuk mengatur aplikasi ini, misalnya apakah Anda ingin mengaktifkan backup otomatis atau tidak. Salah satu fitur yang saya suka adalah aplikasi ini dilengkapi dengan fungsi Search sehingga Anda dapat mencari konten dengan mudah. Cara melakukannya juga mudah, Anda cukup menekan ikon yang mirip kaca pembesar, kemudian ketik nama file yang diinginkan. Pencarian tersebut terjadi sangat dinamis lantaran Anda cukup mengetik nama file tanpa harus menekan Enter. Ikon tersebut ada di pojok kanan atas pada setiap menu, kecuali menu Settings.

Kesimpulan

Melalui My Cloud Home Duo, WD menawarkan perangkat penyimpanan cloud berdaya tarik tinggi yang mudah digunakan berkat aplikasi My WD serta dipasang lantaran desainnya yang minimalis serta banyak bertabur fitur. Ditambah dengan fitur keamanan seperti mode Mirror serta HDD WD Red berteknologi NASware 3.0, menjadikan seluruh konten Anda tersimpan tanpa harus khawatir terhapus ataupun rusak. Dijual dengan harga Rp 7.430.000, WD My Cloud Home Duo pantas dijadikan pilihan bagi Anda yang tengah mencari perangkat penyimpanan cloud.

 
WD My Cloud Home Duo
Bagus ...
  • Desain minimalis
  • Keamanan terjaga dengan mode WD Mirror
  • Pengoperasian mudah
Kurang ...
  • Adapter relatif besar
  • Bodi agak mudah kotor
Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: