Review Asus PB60G

Asus PB60G, mini workstation bertenaga besar

Dengan menggunakan prosesor Intel Core i5-8400T dan docking Nvidia Quadro P1000, workstation super kecil ini memiliki performa yang sangat tinggi.

Asus PB60G, mini workstation bertenaga besar Asus PB60G

Berbicara mengenai komputer workstation, hal pertama yang terlintas di pikiran tentunya adalah sebuah komputer yang berukuran sangat besar. Bisa dikatakan, hal ini merupakan sebuah pemikiran yang tidak salah karena komputer workstation biasanya memiliki spesifikasi yang sangar.

Asus ingin mematahkan stereotip ini. Melalui Asus Mini PC PB60G, mereka ingin memperlihatkan bahwa sebuah workstation bertenaga besar tidak melulu harus berukuran sangat besar.


berita tentang tek.id

BACA JUGA

Plantronics BackBeat FIT 3200, earphone penggemar olahraga

Zowie S1 & S2, mouse eSports kok begini?

Corsair 220T RGB, casing ramah airflow!


Memiliki dimensi sebesar 172mm di kedua sisi dan ketebalannya 72mm, workstation ini dengan sangat mudah terpasang di belakang monitor dengan vesa mount. Tapi, hal ini hanya bisa dilakukan jika pengguna tidak menggunakan tambahan aksesoris apapun.

Pengguna akan mendapatkan koneksi melimpah di PB60G ini. Di bagian depan, mereka akan menemukan satu USB Type-C 3.1, dua USB 3.1, dan dua USB 3.0 yang salah satunya dapat mengisi daya meski komputer tidak menyala.

Sedangkan di bagian belakang pengguna akan menemukan dua USB 2.0. Satu Displayport, satu USB 3.1, satu HDMI, satu port VGA, dan sebuah konektor LAN 5Gbe. 

Sedangkan saat disambungkan dengan docking tambahan yang memiliki GPU Nvidia Quadro P1000, pengguna akan mendapatkan tambahan empat Mini Displayport yang dapat mengizinkan pengguna terhubung ke enam monitor sekaligus.

Oh iya sekadar informasi, konektor untuk menghubungkan komputer dengan docking VGA Quadro P1000 ini menggunakan PCIe 3.0 x4. Jadi, kemungkinan ada sedikit penalti performa yang akan dirasakan oleh pengguna.

Selain itu, pengguna harus menginstall driver khusus dari situs Nvidia. Kemudian, anehnya di unit yang saya coba, sang GPU tidak bisa bekerja jika monitor yang terhubung tidak melalui Mini Displayport. Mungkin, masih ada ketidaksempurnaan GPU driver di perangkat ini.

Performa yang dihadirkan juga cukup mengesankan. Menggunakan prosesor Intel Core i5 generasi kedelapan, lebih tepatnya i5-8400T, komputer ini memiliki skor yang cukup tinggi di beberapa benchmark.

Misalnya, di Cinebench R15, hasil skor yang didapat masing-masing 571 poin untuk multi-core dan 130 poin untuk single-core. Sedangkan untuk Cinebench R20 hasil skor yang didapatkan masing-masing 1300 poin untuk multi-core dan 314 poin untuk single-core.

 

Untuk melakukan rendering, komputer ini juga bisa dibilang cukup bertenaga. Didukung RAM sebesar 4GB dan SSD sebesar 256GB, hasil rendering pun bisa dibilang cukup mengesankan.

Di pengujian Blender dengan menggunakan BMW test, saat di render menggunakan CPU only, memiliki waktu render selama 12 menit 41 detik. Sedangkan saat menggunakan GPU render, membutuhkan waktu 14 menit 55 detik. Harus diingat, ini menggunakan GPU internal Intel.

Sedangkan pada saat menggunakan docking dengan GPU Quadro P1000, hasil renderan Blender GPU render mengalami peningkatan yang signifikan. Waktu render yang dibutuhkan dipangkas menjadi 8 menit 13 detik saja.

Saya pun juga melakukan pengetesan untuk melakukan render di aplikasi 3D yakni, Autodesk AutoCAD 2020. Dengan menggunakan file sample Laboratory, hasil full render 3D dari layout ini di settingan high hanya membutuhkan waktu 5 menit 22 detik.

 

 

Jadi, dengan harga mulai dari Rp9 juta-an tanpa docking GPU Quadro P1000, Asus PB60G bisa dibilang merupakan mini workstation yang cukup powerfull. Apa lagi pada saat komputer ini disandingkan dengan GPU eksternal. Hal ini membuat komputer dapat menjalankan aplikasi 3D dengan baik.

Belum lagi thermal dari komputer ini yang sangat stabil, yakni hanya ada di angka 79 derajat celcius selama pengetesan yang dipantau melalui HW Monitor. Suara kipasnya pun tidak bising, membuat komputer ini sangat nyaman diletakkan di belakang monitor, atau di samping monitor ketika sudah menggunakan GPU eksternal.

Nilai plus lainnya adalah PB60G ini juga sudah memiliki speaker internal. Jadi, jika monitor yang dimiliki pengguna tidak memiliki speaker, mereka masih dapat memutar film atau musik langsung dari komputer tersebut.

 
Asus PB60G
Bagus ...
  • Desain Kompak
  • Bertenaga
  • Punya Speaker Internal
Kurang ...
  • Harga Cukup Mahal
  • Docking Menggunakan PCIe x4
Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: