Mengenal HarmonyOS, juru selamat Huawei

Meskipun Huawei sudah memiliki OS pengganti Android yakni, HarmonyOS, mereka masih berharap agar semua perangkat smartphone dan tablet mereka menggunakan OS Android.

Mengenal HarmonyOS, juru selamat Huawei HarmonyOS

Perang dagang antara Amerika dan Tiongkok hingga saat ini masih memanas. Huawei pun dipastikan tidak akan mendapatkan pembaruan OS Android terbaru oleh Google untuk perangkat smartphone mereka.

Sempat beredar kabar bahwa mereka telah mengembangkan sistem operasi tersendiri, yang bernama HongMeng OS. HongMeng OS tersebut dikembangkan Huawei selama dua tahun terakhir, dan kabarnya baru terendus awal 2019 lalu.


berita tentang tek.id

BACA JUGA

Huawei pastikan Mate 30 Series hadir tanpa dukungan layanan Google

Huawei resmikan kehadiran ponsel flagship Mate 30 dan Mate 30 Pro

Ini 4 fitur menarik Mate 30 Huawei yang bakal hadir


Para pemburu informasi terus mencari berita mengenai HongMeng OS. Pada akhirnya, pertengahan Juli lalu Huawei mengatakan bahwa ternyata, OS tersebut dibuat secara khusus untuk connected devices dan produk IoT mereka, dengan perangkat TV pintar menjadi produk pertama yang menggunakan HongMeng OS.

Tapi, secara mengejutkan, pada pertengahan Agustus kemarin, mereka secara gamblang meluncurkan OS custom untuk smartphone mereka, yakni HarmonyOS. Mereka mengumumkan hal tersebut pada konferensi pengembang tahunan Huawei.

CEO Huawei Business Consumer Group, Richard Yu, mengatakan HarmonyOS sudah siap berjalan pada perangkat smartphone mereka. Artinya, HarmonyOS memang ditujukan untuk menciptakan ekosistem terpadu bagi jutaan pengguna yang potensial. Kemungkinan besar, OS ini akan menjadi juru selamat untuk Huawei.

Meski demikian, Richard mengatakan bahwa dia telah mempertimbangkan kemitraan dan ekosistem untuk saat ini, dan dia mengatakan belum siap untuk menggunakan sistem operasi itu di smartphone mereka dalam waktu dekat ini. 

Tapi, Richard  menyatakan bahwa suatu saat nanti, ketika perusahaan tidak bisa menggunakan Android, HarmonyOS siap menjadi penggantinya. Tapi, sebenarnya siapa sih HarmonyOS itu, dan apa bedanya dengan Android?

Jujur, untuk mengenali perbedaan HarmonyOS tidak semudah membandingkan custom ROM seperti EMUI, MiUI, dan lainnya. Pasalnya, custom ROM hanya mengubah kulit dari sebuah sistem operasi, sedangkan custom OS seperti Hydrogen OS dan lainnya benar-benar melakukan perombakan hingga ke dalam kernel-nya (UNIX source code).

Huawei menyatakan bahwa HarmonyOS adalah sistem operasi open source berbasis microkernel. Artinya, perangkat lunak ini memiliki fungsi minimal yang diperlukan untuk membuat sebuah OS berbasis Android. Tapi, mereka tidak langsung mengemasnya menjadi sebuah OS, namun mengemasnya sebagai OS untuk perangkat IoT.

Perlu diingat, meskipun Android adalah sebuah OS open source, tetapi Google telah memberlakukan pembatasan tertentu pada produsen smartphone dan tablet tersebut, dengan imbalan menjalankan aplikasi dan layanan utama di perangkat mereka.

Oleh karena sistem operasi HarmonyOS didasarkan pada microkernel, ada lebih sedikit kode yang harus dihadapi, menghasilkan komunikasi yang lebih cepat dan mengurangi latensi yang signifikan antara komponen perangkat keras. Hal ini menggambarkan preferensi untuk produk IoT.

Mungkin fitur yang paling menarik adalah OS tersebut telah dirancang agar berguna pada beberapa jenis perangkat sekaligus, bukan fokus ke smartphone dan tablet saja. Itulah mengapa orang menyebutnya sebagai ancaman langsung terhadap sistem operasi serupa yang dikembangkan Google, Fuchsia.

Pertanyaan selanjutnya adalah, apakah HarmonyOS akan mengurangi ketergantungan Huawei terhadap Android? Seperti yang dinyatakan sebelumnya, HarmonyOS saat ini ditujukan untuk IoT berkat latensi yang lebih rendah.

Selain itu, pihak Huawei mengakui bahwa mereka ingin terus bekerja sama dengan Google untuk perangkat smartphone dan tablet mereka. Tetapi Richard menyatakan bahwa apabila Huawei terpaksa untuk tidak lagi menggunakan Android, mereka hanya membutuhkan beberapa hari untuk mengganti OS dari Android ke HarmonyOS.

Tapi untuk menjadikan HarmonyOS sebagai alternatif Android yang layak, apalagi pengganti, ekosistem aplikasi perlu ada. Saat ini, secara default, aplikasi Android tidak kompatibel pada HarmonyOS.

Tapi untungnya, HarmonyOS telah dirancang sedemikian rupa sehingga dengan menggunakan compiler open source Huawei ARK, pengembang akan dapat mentransfer aplikasi milik mereka ke HarmonyOS.

Pendiri Huawei juga pernah mengakui bahwa HarmonyOS tidak dapat tumbuh tanpa ekosistem aplikasi. Oleh karenanya, mereka sudah sibuk meminta para pengembang agar mau mengunggah aplikasi mereka di Huawei AppGalery, pengganti Google Play Store.

Selain itu, raksasa teknologi Tiongkok ini dilaporkan sedang mengerjakan layanan alternatif untuk Google Maps. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun mereka berniat sepenuhnya untuk menggunakan Android untuk jangka panjang, mereka tetap memiliki rencana cadangan untuk hal-hal darurat.

Kit aplikasi peta tersebut diharapkan akan meluncur pada bulan Oktober dan akan mencakup layanan ke 150 negara, dan mendukung 40 bahasa.

Apa jadinya dengan keamanan dari OS tersebut? Sebagaiam tuduhan Amerika, Huawei memata-matai menggunakan negaranya melalui perangkat mereka? Richard pun menegaskan bahwa HarmonyOS lebih aman dan kuat daripada Android, karena kinerja interprocess communication (IPC) di dalamnya, lima kali lipat daripada Fuchsia.

Pernyataan ini terasa sangat berlebihan menlihat Huawei tidak memberikan dukungan data statistik apapun. Satu hal yang pasti, para pengguna tidak akan bisa mengakses root karena dapat mengakibatkan pelanggaran keamanan besar-besaran terhadap HarmonyOS.

Seperti yang diketahui, melakukan rooting perangkat Android menimbulkan risiko besar bagi pengguna, serta sistem operasi berbasis Linux lainnya. Pasalnya, saat melakukan rooting perlindungan Android menjadi terbuka, kemudian mengakibatkan para peretas dapat dengan mudah memasuki perangkat pengguna.

Pertanyaan lanjutan lainnya, apabila tidak memfokuskan diri sebagai sistem operasi smartphone, lalu produk apa yang akan menggunakan HarmonyOS? Seperti yang sudah disebutkan di atas, OS ini didasarkan untuk perangkat IoT.

Huawei sudah meluncurkan dua TV pintar, Honor Vision dan Honor Vision Pro. Keduanya menggunakan OS kustom Huawei, HongmengOS. Begitu juga dengan smartwatch mereka nantinya juga akan menggunakan HongmengOS.

Kemungkinan besar, Huawei akan menggunakan HarmonyOS untuk perangkat IoT seperti Smart Speaker. Ada rumor yang beredar bahwa, Huawei dan Google tengah mengembangkan Smart Speaker bersama-sama.

Ada juga klaim bahwa OS tersebut akan dapat digunakan pengembang untuk mengembangkan aplikasi yang beroperasi pada layar cerdas (smart display), perangkat pintar siap pakai (wearable), dan sistem di dalam mobil. 

Sayangnya, untuk sementara ini hanya mereka yang tinggal di Tiongkok saja yang dapat merasakan HarmonyOS. Tidak aneh, karena jutaan pengguna smartphone di Tiongkok tidak bergantung pada aplikasi dan layanan Google. Tiongkok pun menjadi pasar pengujian yang ideal bagi Huawei.

Lantas, apakah HarmonyOS benar-benar juru penyelamat bagi Huawei? Mengingat OS tersebut baru meluncur beberapa hari, perlu waktu untuk menjawabnya. Tetap saja, kelemahan terbesar dari HarmonyOS yang belum bisa tertutupi saat ini adalah ekosistem aplikasi yang masih belum lengkap. Ini menjadi tantangan yang sangat besar. Selain itu, Huawei juga sepertinya masih akan terus berharap semua smartphone dan tablet mereka akan dapat menjalankan sistem operasi Android.

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: