Kenapa Mediatek cepat panas dan dianggap jelek?

Data pencarian Google Search menunjukkan, Mediatek lebih identik dengan hal negatif, seperti cepat panas, lemot, dan dianggap jelek. Kenapa? Betulkah demikian?

September lalu, MediaTek memaparkan kepada awak media, chipset Helio G90T lebih baik dari Snapdragon 730G. Tema itu kemudian menjadi pemberitaan di banyak media di Tanah Air, terutama jelang peluncuran Xiaomi Redmi Note 8 Pro yang mengandalkan Helio G90T.

Pemaparan MediaTek tersebut tak bisa dilepaskan dari fakta bahwa mereka bersaing keras dengan sang pemimpin pasar chipset perangkat mobile, Qualcomm. Selain itu, Mediatek perlu membuat pernyataan tegas untuk mengurangi citra negatif yang melekat di produknya. seperti cepat panas, lemot, dan dianggap jelek.


berita tentang tek.id

BACA JUGA

Black Shark harus tempuh jalur hardware demi penuhi TKDN

Mengenal komputasi kamera ponsel terdepan

MediaTek siapkan chip 5G untuk smartphone murah


Citra tersebut secara jelas dirangkum Google Search. Ketika kita mengetik kueri Kenapa Mediatek, Google menganjurkan kata berikutnya yang semuanya negatif.

Tentu ini bukan karena Google bermusuhan dengan Mediatek. Google Autocomplate kata berikutnya berdasarkan volume pencarian pengguna. Artinya, ada banyak pengguna yang mencari alasan kenapa MediaTek jelek, lemot, dan pencarian negatif lainnya.

Kembali kepada klaim Mediatek mengenai performa Helio G90T, kami memutuskan untuk mengujinya secara langsung. Kami membuat uji perbandingan menggunakan dua ponsel pintar yang menggunakan Helio G90T dan Snapdragon 730G.

Pertama, kami menguji konektivitas dua chipset gaming ini dengan simulasi penggunaan sehari-hari di berbagai tempat di Jakarta. Pada awalnya, kami mengecek jaringan apakah bertahan di 4G atau turun. Lalu, kami mensimulasikan aktivitas, seperti browsing, chatting, video call, panggilan telepon seluler, panggilan telepon menggunakan data, streaming Youtube, dan mengunggah konten video durasi satu menit ke Instagram.

Kedua, pengujian kami lakukan di lokasi berbeda. Di stasiun MRT, dalam perjalanan menggunakan MRT, di lokasi ramai, seperti pasar Tanah Abang, di wilayah perkantoran SCBD, dan di basement parkir mal Kota Kasablanka.

Kami menguji berdasarkan faktor pengalaman penggunaan. Ada tiga indikator kualitatif yang jadi acuan kami, yakni lancar, kurang lancar, dan tidak lancar. 

Agar adil, kami menggunakan kartu SIM dari operator telekomunikasi yang sama pada kedua perangkat. Apakah benar Helio G90T unggul atas Snapdragon 730G?

Hasil uji kami menunjukkan hal berbeda dari klaim Mediatek. Menurut data yang kami peroleh, Snapdragon 730G mengungguli Helio G90T. Helio G90T mengungguli Snapdragon 730G hanya di lokasi Stasiun MRT Blok M, Jakarta Selatan.

Di stasiun MRT, kedua chipset menerima sinyal dengan kualitas yang sama baiknya. Hanya saja, Snapdragon 730G sedikit lambat dalam mengirim pesan lewat WhatsApp. Sementara Helio G90T dengan lancar melakukan tugas-tugas yang sudah kami tentukan.

Saat dalam perjalanan menggunakan MRT, Snapdragon 730G mengungguli Helio G90T. Kekuatan sinyal Helio G90T turun dari 4G ke HSDPA (3G). Ini mempengaruhi kelancaran komunikasi menggunakan sambungan telepon. Proses menunggah berkas video ke Instagram pun jauh lebih cepat diselesaikan Snapdragon 730G.

Tiba di Tanah Abang, Jakarta Pusat, Snapdragon 730G dan Helio G90T mendapat kendala. Secara konektivitas, 730G masih cukup stabil dengan menunjukkan konketivitas 4G+ di layar, sementara G90T hanya menampilkan sinyal 4G.

Kendala lain yang kami hadapi ketika menguji Helio G90T adalah saat browsing. Perangkat dengan Helio G90T perlu waktu 8 detik untuk membuka satu halaman website. Sementara Snapdragon 730G bisa melakukannya dengan lebih cepat. 

Hanya saja, baik Snapdragon 730G maupun Helio G90T tak lancar saat kita melakukan panggilan telepon dan video melalui WhatsApp. Pada saat melakukan streaming Youtube, keduanya juga kurang optimal karena terjadi buffering saat membuka konten beresolusi FullHD.

Perbedaan cukup signifikan terasa saat mengunggah video berdurasi satu menit ke Instagram. Snapdragon 730G mampu melakukannya dalam tempo 53 detik, sementara Helio G90T perlu 1 menit 30 detik.

Beralih ke lokasi perkantoran di bilangan SCBD, tim kami juga mendapat sedikit kendala. Pada Snapdragon 730G, kendalanya hanya pada saat melakukan telepon lewat WhatsApp.

Sementara Helio G90T terkendala di saat melakukan video call di WhatsApp, telepon menggunakan jaringan seluler, dan streaming Youtube. Perbedaan pada saat menunggah video tak terlalu jauh: Snapdragon 730G menyelesaikan unggahan selama 45 detik, sementara Helio G90T dalam waktu 55 detik.

Lokasi terakhir pengujian kami adalah parkir bawah tanah di mal Kota Kasablanka. Kondisi ini mempersulit Snapdragon 730G dan Helio G90T. Kendala utamanya ada pada saat melakukan panggilan telepon dan video lewat WhatsApp. Di bagian lain, Snapdragon 730G masih mempertahankan kecepatan unggahannya dalam waktu 45 detik, sedangkan Helio G90T baru selesai mengunggah konten tersebut dalam waktu satu menit.

Selain berdasarkan pengalaman, kami juga menggunakan aplikasi benchmark sinyal, nPerf. Dari lima lokasi, Snapdragon 730G unggul di tiga lokasi, sedangkan sisanya dimenangkan Helio G90T. Berikut hasil lengkapnya.

Berdasarkan data-data tersebut, sangat beralasan jika Mediatek belum bisa lepas dari citra negatif di Indonesia. Upaya mereka dengan meyakinkan masyarakat melalui pers juga tidak cukup. Dengan kata lain, mau tidak mau, Mediatek harus membuat produk yang benar-benar bisa mengalahkan Qualcomm dari segi apa pun.

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: