×
Kanal
    • partner tek.id realme
    • partner tek.id samsung
    • partner tek.id acer
    • partner tek.id wd
    • partner tek.id wd
    • partner tek.id wd
    • partner tek.id wd

Ancaman Siber Meningkat Tajam di Indonesia, Kaspersky Soroti Peran AI dan SOC sebagai Kunci Pertahanan

Oleh: Tek ID - Rabu, 08 April 2026 18:05

Kaspersky ungkap lonjakan ancaman siber di Indonesia, dorong perusahaan adopsi AI dan SOC untuk deteksi dini dan perlindungan digital.

Kaspersky Soroti Peran AI dan SOC sebagai Kunci Pertahanan Kaspersky memaparkan ancaman siber dan kinerja korporasi. dok. Kaspersky

Lanskap keamanan siber di Indonesia menunjukkan eskalasi yang signifikan, baik dari sisi volume maupun kompleksitas serangan. 

Temuan terbaru Kaspersky mencatat lebih dari 14,9 juta serangan berbasis web serta 39,7 juta ancaman terhadap perangkat berhasil dideteksi dan diblokir sepanjang tahun lalu.

Tak hanya itu, sekitar 20% perusahaan di Indonesia juga dilaporkan mengalami serangan rantai pasokan, menegaskan bahwa ancaman kini tidak lagi bersifat sporadis, melainkan semakin terorganisir dan menyasar berbagai celah dalam ekosistem digital.

Seiring meningkatnya risiko tersebut, Kaspersky melihat adanya dorongan kuat dari organisasi untuk beralih dari pendekatan keamanan reaktif menuju strategi yang lebih proaktif dan berbasis intelijen. 

Salah satu pendekatan yang mulai banyak diadopsi adalah pembangunan Security Operations Center (SOC) atau Pusat Operasi Keamanan.

Menurut riset Kaspersky, sebanyak 58% pemimpin teknologi informasi (TI) di Indonesia percaya SOC mampu meningkatkan tingkat keamanan siber perusahaan. 

Bahkan, 65% organisasi berencana mengintegrasikan kecerdasan buatan (AI) dalam pengembangan SOC mereka, dengan 53% di antaranya menilai peningkatan deteksi ancaman sebagai alasan utama.

Country Manager Kaspersky Indonesia Defi Nofitra menekankan pentingnya perubahan pendekatan dalam menghadapi ancaman yang semakin kompleks.

“Seiring meningkatnya ancaman siber baik dari volume maupun kompleksitas, organisasi tidak dapat lagi mengandalkan sistem keamanan yang terfragmentasi. SOC terintegrasi dengan dukungan intelijen ancaman real-time menjadi kunci untuk deteksi dini dan respons cepat,” ujarnya di Jakarta, Rabu (8/4/2026).
SOC sendiri merupakan unit khusus yang berfungsi untuk memantau, menganalisis, dan merespons ancaman siber secara berkelanjutan. 

Dengan integrasi teknologi seperti Security Information and Event Management (SIEM) serta pemanfaatan AI, SOC mampu meningkatkan visibilitas terhadap seluruh aktivitas di infrastruktur TI dan mempercepat proses penanganan insiden.

Meski demikian, implementasi SOC berbasis AI di Indonesia masih menghadapi sejumlah tantangan. Sekitar 47% organisasi mengaku kekurangan data pelatihan berkualitas, 37% menghadapi keterbatasan tenaga ahli AI, dan 29% menyebut belum tersedianya solusi yang sesuai di pasar.

Di tengah tantangan tersebut, Kaspersky juga mencatat kinerja bisnis yang tetap positif. Secara global, Kaspersky mencatat pertumbuhan penjualan sebesar 4% year-on-year pada 2025, dengan kontribusi signifikan dari segmen B2B yang tumbuh 16%. 

Di Indonesia sendiri, pertumbuhan penjualan mencapai 3% YoY, didorong lonjakan segmen B2C hingga 48%.

Managing Director Asia Pasifik Kaspersky Adrian Hia mengatakan Asia Pasifik, termasuk Indonesia memiliki peran strategis dalam transformasi digital global.

“Kami melihat Asia Pasifik memimpin dalam adopsi AI dan cloud. Hasil pertumbuhan yang konsisten menunjukkan posisi strategis kami dalam mengamankan ekspansi digital di kawasan ini,” katanya.

Sebagai respons terhadap dinamika ancaman, Kaspersky kini mengembangkan SOC generasi baru yang mengintegrasikan AI untuk mendukung deteksi otomatis, analisis berbasis data, serta respons yang lebih cepat dan presisi.

×
back to top