Cara gampang promo di media sosial untuk startup

AdWords makin mahal, sedangkan iklan medsos makin gampang.

Kombinasi dari mahalnya AdWords dan SEO yang sudah tidak bisa diandalkan lagi, memaksa konsumen beralih untuk memasarkan produk mereka ke media sosial.

Phil Laboon, CEO Growth Stackers, membeberkan cara-cara gampang untuk memasarkan produk di media sosial untuk startups dengan dana terbatas. Phil Laboon mencontohkan Facebook dan Instagram merupakan platform yang tepat untuk referensi yang ingin mendapatkan pertumbuhan signifikan, walau dana terbatas.


berita tentang tek.id

BACA JUGA

Facebook Cafe resmi hadir di Jakarta

Facebook bakal ubah nama Instagram dan WhatsApp

Ekspansi serial drama komedi berkonsep vertikal asal China


Perlu diketahui, iklan media sosial masa kini telah berevolusi menjadi model iklan storytelling yang menarik pelanggan lewat beragam posting-an terlebih dahulu. Berikut cara-caranya.

Membangun corong

Corong media sosial merupakan alat untuk menuntun konsumen prospektif. Corong yang dimaksud adalah serangkaian konten yang diawali oleh konten menarik perhatian sampai berakhir pada konten yang mengajak untuk membeli produk.

Sekali ketertarikan calon pelanggan ini mampu kita bangun, iklan media sosial Anda selanjutnya baru mengedukasi konsumen prospektif mengenai produk atau jasa yang Anda tawarkan. Dalam proses edukasi ini, pastikan Anda mampu merubaha keinginan menjadi kebutuhan pelanggan. Buat seolah-olah mereka membutuhkan produk Anda.

Langkah terakhir dari corong media sosial adalah iklan CTA (calls to action) yang mendorong konsumen untuk belanja. Contoh gampang adalah, berikan konsumen Anda link atau tombol yang terkait dengan lapak online shop Anda.

Konten otentik

Apa yang membuat Facebook begitu unik dan berbeda dengan platform lainnya? Jawabannya Facebook punya kemampuan untuk memviralkan konten berkualitas secara gratis hanya lewat teknik tags dan shares. Bila iklan Anda memiliki konten yang berkualitas, jangkauannya jauh melampaui perkiraan Anda.

Banyak yang merekomenasikan konten video sebagai bagian dari strategi iklan pemasaran Anda. Video bisa mentargetkan ulang calon konsumen yang belum tertarik lewat posting-an teks biasa.

Ingat, tetap membuat konten yang otentik dan jangan terlalu menunjukkan terlihat seperti jualan (hard selling). Pengguna media sosial akan lebih gampang tertarik dengan iklan yang memberi mereka informasi tambahan maupun mencerdaskan mereka.

Monitor data
Facebook akan memberikan data-data bagi pengiklan mereka. Data-data ini menyangkut kebiasaan browsing pengguna, jumlah likes, ketertarikan pengguna, dan lainnya.

Analisa data ini secara teliti karena informasi ini bisa sangat berguna. Fokus pada data bulan-bulan pertama iklan Anda dimuat di Facebook. Awali dengan iklan dana minim terlebih dahulu, kemudian perlahan perbesar pendanaan berdasarkan analisis performa pada demografi iklan Anda.

Sekali Anda memperoleh data, Anda bisa tahu seperti apa calon pelanggan Anda. Kemudian iklan selanjutnya tinggal sesuaikan dengan perilaku sasaran konsumen Anda.

Bumbui humor
Jangan lupa untuk beri bumbu humor. Iklan yang humoris biasanya selalu menjadi iklan yang susah dilupakan. Banyak iklan gagal karena datar dan membosankan. Iklan yang menyenangkan akan lebih cepat untuk viral dan berkesempatan untuk mendapatkan ekspos gratis.

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: