Sistem pengenalan wajah Biometric Exit siap identifikasi penumpang
Amerika Serikat gunakan teknologi pengenalan wajah pada 97 persen penumpang penerbangan yang melakukan keberangkatan ke negara lain.
Source: Medium
Departemen Keamanan Dalam Negeri di Amerika Serikat, mengatakan bahwa mereka akan menggunakan teknologi pengenalan wajah pada 97 persen penumpang yang melakukan keberangkatan ke negara lain dalam empat tahun ke depan.
Dilansir dari Ubergizmo (18/4), sistem ini disebut dengan Biometric Exit yang akan memotret penumpang sebelum mereka memasuki pesawat udara dan terbang. Diketahui sistem ini telah digunakan pada 15 negara di Amerika Serikat.
Sistem ini akan bekerja dengan memotret penumpang di gerbang keberangkatan. Kemudian disalurkan ke perpustakaan gambar dari aplikasi visa dan paspor, yang diambil oleh agen perbatasan ketika orang asing memasuki negara tersebut.
Diklaim Biometric Exit ini digunakan untuk mengetahui siapa saja yang meninggalkan negara tersebut, sekaligus mengidentifikasi orang-orang yang mungkin telah memperpanjang masa berlaku visa mereka.
- Ancaman Siber di Cloud Meningkat, ESET Hadirkan Proteksi Workload Gratis untuk Hybrid dan Multi-Cloud
- Serangan Spyware di Asia Tenggara Naik 18% pada 2025, Indonesia Masuk Target Utama
- ASEAN Foundation Luncurkan Scam Ready ASEAN, Targetkan Jutaan Warga Terlindung dari Penipuan Digital
- Riset SailPoint: Keamanan Identitas Digital Jadi Investasi Keamanan dengan ROI Tertinggi di Era AI
"Biometric Exit, menjadi layanan yang akan mengidentifikasi pelancong, membuat catatan keluar, dan mengkonfirmasi secara biometrik kepergian warga negara non-AS,” kata Departemen Keamanan Dalam Negeri.
Selain itu, data dari sistem tersebut juga diketahui telah digunakan untuk mengidentifikasi pelancong yang mencoba masuk dengan dokumen bukan milik mereka atau telah diubah. Hingga saat ini, dikabarkan sistem pengenalan wajah ini telah mengidentifikasi 7.000 penumpang yang telah melampaui masa berlaku visa mereka pada 15.000 penerbangan.
Sayangnya belum diketahui apakah sistem Biometric Exit ini juga akan digunakan pada negara lain. Namun, bila sistem ini telah diterapkan di berbagai negara akan semakin memudahkan pemerintah untuk mengidentifikasi siapa saja yang melakukan pelanggaran dan mencoba untuk keluar negeri.








