Sebaik apa aperture kamera Vivo V15 Pro?

Sebagai versi yang lebih unggul dibandingkan dengan Vivo V15, V15 Pro dilengkapi dengan kamera belakang 48 MP. Simak hingga tuntas seberapa cakap performa aperture yang dihadirkannya.

Sebaik apa aperture kamera Vivo V15 Pro?

Pada Kamis (21/3) Vivo akan meluncurkan smartphone terbaru mereka di Indonesia, V15 Pro. Versi ini lebih unggul dibanding Vivo V15 yang meluncur beberapa saat lalu, V15 Pro dilengkapi dengan prosesor Qualcomm Snapdragon 675, penyimpanan internal 128GB, serta kapasitas RAM dalam dua versi 6GB/8GB. Tetapi V15 Pro yang hadir di Tanah Air hanya tersedia dalam versi RAM 6GB.

Meski sama-sama memiliki konfigurasi tiga kamera, perbedaan antara V15 dengan V15 Pro dalam hal imaji adalah kamera utama di bagian belakang. V15 Pro beresolusi lebih tinggi. Vivo V15 mengusung sensor 12MP sedangkan V15 Pro memiliki sensor 48MP. Kedua lensa tersebut masih mengusung aperture yang sama, yaitu f/1.8.


BACA JUGA

Fingerprint Nokia 9 PureView bisa dibobol bungkus permen karet

Kini smartphone bisa dijadikan alat pemindai ultrasonografi

Mencari juara antara Samsung Galaxy S10 Plus vs Huawei P30 Pro


Selain kamera utama, keduanya juga dilengkap kamera kedua dan ketiga. Kamera kedua bertipe wide angel 8 MP dengan aperture f/2.2 untuk memotret sudut pandang lebar. Kamera ketiga memiliki sensor beresolusi 5 MP f/2.4 yang berfungsi untuk mendeteksi kedalaman bidang atau depth of field (DoF).

Resolusi 48 MP untuk sebuah kamera smartphone terbilang sangat tinggi. Demikian pula dengan aperture f/1.8, angka bukaan ini sangat besar sehingga secara teoritis mampu menghadirkan tingkat bokeh mulus. Latar yang bokeh mampu mendramatisasi sebuah subjek dalam foto. Selain itu, subjek jadi memiliki pesan yang ingin tersampaikan.

Jadi seberapa mirip tingkat bokeh aperture f1.8 pada kamera Vivo V15 Pro jika dibandingkan dengan kamera mirrorless?

Agar dapat menjawab pertanyaaan tersebut, saya membandingkan V15 Pro dengan kamera mirrorless Sony a7 II. Spesifikasi inti yang dimiliki kamera ini adalah sensor full-frame 36 x 24 mm serta beresolusi 24,3 MP.

Perlu diingat bahwa di sini saya tidak membandingkan kualitas foto kamera V15 Pro dengan kamera mirrorless Sony a7 II. Saya hanya ingin mengetahui seberapa unggul aperture kamera milik Vivo tersebut.

Pertama-tama saya memotret subjek dengan aperture f/1.8 menggunakan kamera V15 Pro dan mirrorless. Hasilnya adalah gambar yang diambil oleh mirrorless menampilkan DoF yang jauh lebih sempit dibandingkan dengan V15 Pro. Artinya aperture f/1.8 yang dihadirkan oleh V15 Pro tidak sama dengan kamera mirrorless Sony a7 II.

Hasil foto Vivo V15 Pro dengan aperture f/1.8 (tanpa kamera DoF):

Hasil foto kamera mirrorless full-frame dengan aperture f/1.8:

Kejadian tersebut terjadi lantaran focal length yang dimiliki V15 Pro berukuran pendek. Berdasarkan metadata hasil foto yang dipotret, V15 Pro memiliki ukuran focal length 4,71 mm. Salah satu faktor yang menentukan tampilan DoF adalah focal length. Semakin panjang focal length, semakin terlihat pula bokeh yang dihadirkan. Dengan focal length hanya 4,71 mm maka akan sangat sulit bagi Vivo V15 Pro menampilkan efek bokeh yang menakjubkan. Focal length sendiri adalah jarak antara sensor dengan lensa.

Berdasarkan pengalaman saya, aperture f/1.8 pada smartphone Vivo V15 Pro menampilkan DoF setara dengan aperture f/7.1 pada kamera mirrorless full-frame.

Untuk dapat menyajikan depth of field yang sempit layaknya memotret menggunakan aperture besar, V15 Pro menambahkan lensa tambahan yang berfungsi untuk mendeteksi DoF.

Menggunakan dua kamera untuk menawarkan kedalaman pada ruang subjek yang akan dipotret, sebenarnya mirip dengan cara kerja mata manusia. Sebagai contoh, kita akan kesulitan mengambil benda menggunakan tangan ketika satu mata ditutup. Kita juga tidak akan dapat menikmati film 3D ketika mata ditutup sebelah, meski sudah menggunakan kacamata 3D.

Berkat kamera pendeteksi kedalaman ruang, Vivo V15 Pro dapat menghasilkan bermacam-macam aperture. Mulai dari f/0.95 hingga f/11. Perlu diingat jajaran aperture tersebut tidak diciptakan secara optik, melainkan secara digital yang tidak lepas dari bantuan algoritma.

Saya juga penasaran performa aperture ketika telah mengandalkan dua kamera. Karena tidak tersedia f/1.8 pada kamera Vivo V15 Pro, maka saya menyetelnya pada bukaan f/1.4 untuk membandingkan aperture f/1.8 di kamera mirrorless.

Setelah memotret subjek yang sama, aperture f/1.4 V15 Pro hampir menampilkan kualitas aperture f/1.8 seperti milik kamera mirrorless. Ini membuktikan bahwa kamera pendeteksi DoF mampu menangani batasan focal length pendek pada Vivo V15 Pro.

Hasil foto Vivo V15 Pro dengan aperture f/1.4 (dengan kamera DoF):

Hasil foto kamera mirrorless full-frame dengan aperture f/1.8:

Hasil foto Vivo V15 Pro dengan aperture f/2.8 (dengan kamera DoF):

Hasil foto kamera mirrorless full-frame dengan aperture f/2.8:

Ukuran aperture besar pada kamera mirrorless memungkinkan lebih banyak cahaya yang masuk sehingga tidak memerlukan ISO yang terlalu tinggi untuk memotret di dalam cahaya redup. Sedangkan Vivo V15 Pro menggunakan konfigurasi multi kamera demi efek bokeh menawan tidak mempengaruhi seberapa banyak cahaya yang berkumpul di permukaan sensor. Jadi harus menggunakan ISO tinggi ketika memotret di kondisi malam hari.

Performa aperture “bikinan” yang dihadirkan oleh V15 Pro sendiri cukup baik di area terang, meski ada bagian background yang ikut dianggap subjek utama. Efek bokeh yang ditawarkan saat memotret malam hari terlihat baik karena lampu-lampu gedung terlihat agak membulat ketimbang hanya blur.

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: