Ini wujud kolaborasi apik antara teknologi dan karya seni

Oppo Reno 10x Zoom Signature dan Limited Edition menghasilkan kolaborasi yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya. Lain daripada yang lain.

Aryo Meidianto, PR Manager Oppo Indonesia, mengajak redaksi tek.id menyusuri stasiun MRT di bilangan bundaran Hotel Indonesia, Jakarta. Sore itu, ia menunjukkan bagaimana Oppo Reno 10x Zoom bisa menghidupkan sebuah karya seni yang terpajang di billboard stasiun MRT.

Karya seni itu memang bukan sembarang karya seni, karya itu buatan Arkiv Vilmansa. Arkiv, biasa seniman ini dipanggil, merupakan seniman muda asal Bandung yang karya-karyanya telah mendunia. Ia kerap menggubah karya beraliran kontemporer, lukisan berskala besar, dan ide-ide karyanya terinsiprasi dari kartun-kartun masa kecil, seperti Mickey Mouse dan karakter Looney Tunes. Sebelum bersama Oppo, ia juga pernah berkolaborasi dengan IKEA, BMW, dan lain-lain.


berita tentang tek.id

BACA JUGA

Oppo: pasar Oppo Reno2 F tiga kali lipat dari seri sebelumnya

Oppo siapkan smartphone dengan dukungan dual mode 5G

Oppo patenkan layar melengkung di keempat sisinya


Sekilas, karya Arkiv di billboard stasiun MRT Bundaran HI, memang mirip siluet Mickey Mouse. Saat kamera Oppo Reno 10x Zoom di tangan Aryo mengarah ke billboard tersebut, karakter lukisan Arkiv melompat hidup dan berjoget mengikuti irama lagu.

Ini pertunjukkan yang menarik antara karya seni dan teknologi. Hanya dengan mengunduh aplikasi Augmented Reality khusus untuk Oppo Reno 10x Zoom, karya seni pun menjadi lebih atraktif.

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Augmented Reality yang berkolaborasi dengan karya seni di Oppo Reno 10x Zoom.

Sebuah kiriman dibagikan oleh Lalu Ahmad Hamdani (@hamdanilalu) pada

Tidak cuma Arkiv, Oppo juga berkolaborasi dengan dua seniman kenamaan Indonesia lainnya, Darbotz dan Ronald Apriyan.

Darbotz sendiri kesohor di Jakarta. Sebagai seorang seniman grafti, ia adalah sosok misterius yang wajahnya belum pernah ada yang melihat. Kendati begitu, karya-karya seni muralnya kerap kita temukan di sudut ibu kota dan produk-produk khusus. Mercedes Benz, Johnny Walker, terakhir ia bekerjasama dengan DC Shoes untuk menggarap produk khusus, sebelum akhirnya berkarya bersama Oppo.

Selain Arkiv dan Darbotz, Oppo juga berkarya bersama Ronald Apriyan. Ronald adalah pelukis muda asal Yogyakarta yang karya-karyanya visioner serta penuh warna-warni yang unik dan menggugah. Ronald merupakan pelukis Indonesia yang banyak disukai oleh penikmat seni dari luar negeri.

Oppo Reno 10x Zoom Signature Edition

Setiap seniman menciptakan satu produk Oppo Reno 10x Zoom Signature Edition. “Jadi kita menantang smartphone ini menjadi (medium) artwork mereka,” jelas Aryo Meidianto.

Biasanya, smartphone lain punya Signature Edition seperti ini, tapi dalam bentuk pembungkus (Casing). Di Oppo Reno 10x Zoom Signature Edition, bodi belakang benar-benar diukir untuk menciptakan guratan seni di atasnya.

Untuk bisa melakukan hal itu, bodi Oppo Reno 10x Zoom harus dipanasi dulu. Grafir pun dibuat di belakang kaca. Risiko kegagalannya tinggi sekali untuk menciptakan karya seni ini.

Untuk Signature Edition ini, akan dipasarkan dengan sistem lelang karena memang hanya ada tiga unit di seluruh dunia. Lelang akan dimulai dengan harga Rp45 juta. Penawaran terbaik akan membawa pulang perangkat yang patut untuk jadi koleksi seni ini. Sementara hasil penjualannya oleh Oppo akan digunakan untuk keperluan amal (charity).

Selain Oppo Reno 10x Zoom Signature Edition yang hanya ada tiga unit, Oppo juga mengeluarkan versi limited edition 90 unit di Indonesia. Jadi ada 30 unit untuk tiap karya Arkiv, Darbotz, dan Ronald yang hadir di Oppo Reno 10x Zoom. Harga untuk mendapatkan Oppo Reno 10x Zoom Limited Edition sama dengan Oppo Reno 10x Zoom regular, Rp12.999.000.

Kolaborasi Oppo Reno 10x Zoom dengan artis muda Indonesia bukan hal baru bagi Oppo. Oppo memang dikenal sebagai merek yang dekat dengan anak muda. Oppo juga punya passion di kesenian, karena itu juga mereka memiliki tag line, art of technology.

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini:
Editor :
Tek ID