Huawei resmikan kehadiran ponsel flagship Mate 30 dan Mate 30 Pro

Huawei memperkuat seri Mate 30 dengan system-on-chip Kirin 990 5G buatan sendiri. Prosesor mobile ini dibuat dengan proses fabrikasi 7 nanometer yang menjanjikan peningkatan performa signifikan jika dibandingkan dengan generasi sebelumnya.

Huawei resmikan kehadiran ponsel flagship Mate 30 dan Mate 30 Pro Source: The Verge

Setelah menghadapi banjir rumor yang santer, akhirnya Huawei secara resmi mengumumkan hadirnya ponsel flagship Mate 30 dan Mate 30 Pro. Perusahaan yang berbasis di Tiongkok ini menyematkan Mate 30 Pro dengan layar OLED beresolusi 2400 x 1176 yang melengkung di kedua sisi kiri dan kanan ponsel.

Dilansir dari Engadget (19/9), tombol volume kini berada di layar, aksesnya tersedia dengan mengetuk dua kali pinggiran layar. Sementara ukuran layar ponselnya adalah 6,53 inci.


berita tentang tek.id

BACA JUGA

HarmonyOS diprediksi kalahkan OS buatan Apple di 2020

Huawei Watch GT2 dirilis, daya tahan sampai 2 pekan

Huawei klaim sudah jual lebih dari sejuta Mate 30 series dalam tiga jam


Sedangkan Mate 30 versi ‘reguler’ mengusung layar OLED 6,62 inci beresolusi 2340 x 1080 piksel, tetapi Huawei tidak menerapkan layar melengkung di kedua sisinya. Meski layar melengkung secara estetika lebih baik dibandingkan dengan layar berbentuk standar, tetapi tampaknya akses kontrol lebih mudah dilakukan di Mate 30, mengingat layar melengkung Mate 30 Pro lebih cenderung akan terjadi penekanan tombol yang tidak disengaja.

Dalam hal daya tahan baterai, Mate 30 Pro ditopang dengan kapasitas 4.500 mAh yang diklaim mampu bertahan selama 9,2 jam dalam penggunaan yang intensif, selama model Mate 30 akan mampu bertahan selama 8,2 dengan kapasitas baterai 4.200 mAh. Tidak ketinggalan pula sistem pengisian cepat berdaya 40 watt melalui kabel dan adaptor, serta 27 watt melalui pengusian daya nirkabel.

Huawei memperkuat seri Mate 30 dengan system-on-chip Kirin 990 5G buatan sendiri. Prosesor mobile ini dibuat dengan proses fabrikasi 7 nanometer yang menjanjikan peningkatan performa signifikan jika dibandingkan dengan generasi sebelumnya. Mereka mengatakan performa 5G akan jauh lebih cepat dibandingkan dengan ponsel pesaingnya (katakanlah Galaxy Note 10).

Perusahaan ini mengandalkan kemitraannya dengan Leica demi meningkatkan kualitas hasil kamera, dengan empat sensor gambar di bagian belakang. Keempat kamera ini terletak secara rapi di dalam sebuah lingkaran, yang disebut sebagai “Halo Ring”. Pada versi Mate 30 Pro, konfigurasi kamera ini terdiri dari Cine Camera 40 MP, kamera SuperSensing 40 MO, lensa telefoto 8 MP dan lensa 3D ToF. Desain bagian belakang Mate 30 Pro mirip dengan ponsel Panasonic Lumix CM1.

Salah satu fitur baru dari kamera tersebut adalah mode ultra-slow motion pada Mate 30 Pro, yang diklaim mampu memperlihatkan sayap burung kolibri menjadi sangat lambat. Kemungkinan perusahaan menghadirkan Mate 30 Pro lebih ke arah kualitas kamera.

Pada Mate 30, ponsel ini hanya dilengkapi dengan tiga kamera, yakni sensor beresolusi 16 MP f/2.2, lensa sudut lebar 40 MP f/1.8 dan kamera teleforo 8 MP dengan stabilisasi berbasis gerakan lensa atau OIS.

Di bagian depan Mate 30 Pro, terdapat notch yang berfungsi sebagai rumah berbagai sensor dan kamera depan. Kamera depannya memiliki resolusi 32 MP. Ada pula sensor gerakan (seperti LG G8), kamera 3D depth, sensor cahaya, dan sensor jarak. Di sisi lain, Mate 30 memiliki notch yang lebih kecil yang hanya mengakomodasi kamera depan 24 MP, sensor cahaya dan sensor jarak.

Mate 30 Series akan hadir dalam empat warna: Emerald Green, Black, Space Silver dan Cosmic Purple. Semua ini memiliki lapisan logam matte yang dirancang untuk menghindari noda sidik jari dan licin. Ada pula edisi Vegan Leather yang merupakan kulit sintetis berwarna hijau dan oranye. Tidak lupa pula Huawei menyertakan sertifikasi IP68 pada Mate 30 Pro dan IP53 pada Mate 30. Mate 30 masih mengakomodasi jack headphone 3,5 mm, sedangkan versi Pro sudah tidak menggunakan port audio ini.

Salah satu fitur software tambahan dari  Mate 30 Pro adalah kemampuannya menggunakan Air Gesture yang disebut pula AI Rotate. Huawei mengatakan bahwa ponsel akan mendeteksi posisi mata pengguna dan mengarahkan tampilan ponsel untuk mengakomodasi posisi itu, apapun sudutnya. Jika pengguna menerima pesan, sistem akan menampilkan pratinjau jika pengguna sedang sendirian, tetapi hanya akan memberi notifikasi pesan jika pengguna sedang bersama teman.

Seperti biasanya, Huawei telah bekerja sama lagi dengan Porsche Design untuk menghadirkan edisi mewah dari Mate 30 Pro. Mate 30 RS hadir dengan bagian belakang kulit.

Karena sanksi yang diajukan AS terhadap Huawei, membuat perusahaan ini tidak dapat menggunakan layanan Google, termasuk Play Store, pada Mate 30 Series. Saat peluncuran Executive Director Huawei, Richard Yu, tidak menyebut nama Google, tetapi mengatakan bahwa Mate 30 akan memanfaatkan platform aplikasi Huawei sendiri dan sudah digunakan di Tiongkok.

Huawei belum menginformasikan kapan Mate 30 akan tersedia, tetapi ketika tiba di Eropa, harganya dibanderol EUR799 (Rp12,5 juta) dengan RAM 8 GB dan penyimpanan 128 GB. Sementara itu, Mate 30 Pro akan dibanderol EUR1099 (Rp17,2 juta) dengan RAM 8 GB dan penyimpanan 256 GB. Versi 5G akan dibanderol EUR1199 (Rp18,8 juta) dengan RAM dan penyimpanan 256 GB. Edisi Porsche Design akan dijual dengan EUR2095 (Rp33 juta) dengan RAM 12 GB dan penyimpanan 512 GB.

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: