Telkomsel Bawa Big Data ke Snowflake, Pelaku Bisnis Bisa Baca Mobilitas hingga Tren Pasar
Telkomsel membuka Big Data Telco Insight via Snowflake untuk membantu bisnis membaca mobilitas, demografi, dan potensi pasar secara agregat.
Telkomsel hadirkan big data di platform Snowflake. dok. Telkomsel
Telkomsel Enterprise memperluas pemanfaatan data jaringan telekomunikasinya untuk membantu perusahaan membaca pergerakan populasi, demografi, aktivitas digital, hingga tren pasar di berbagai wilayah Indonesia.
Kemampuan tersebut tersedia melalui Telkomsel Big Data Telco Insight yang kini dapat diakses melalui Snowflake Marketplace.
Data yang disediakan bukan informasi pelanggan individual, melainkan wawasan yang telah dianonimkan dan diagregasi.
Dengan pendekatan tersebut, perusahaan dapat menggabungkan insight dari jaringan Telkomsel dengan data internal mereka untuk mendapatkan gambaran yang lebih luas mengenai kondisi suatu wilayah dan perubahan perilaku pasar.
- Telkomsel–ZTE Perkuat Kolaborasi di MWC 2026, Dorong Jaringan AI dan Akses Digital Inklusif di Indonesia
- Pemulihan Pascabencana Aceh Dikebut, Telkomsel Pastikan 94 Persen Jaringan Kembali Beroperasi
- Solusi MSIGHT dan tSurvey Telkomsel Raih Silver Award WCA 2025 di London, Perkuat Pariwisata Sumbar
- Telkomsel Salurkan Air Bersih dan Dapur Umum untuk Warga Desa Menang Gini Aceh Tamiang
Pemanfaatannya dapat mencakup penilaian permintaan pasar, perencanaan investasi infrastruktur, hingga identifikasi wilayah potensial untuk ekspansi bisnis.
Big Data Telco Insight mengolah sinyal jaringan dalam skala besar menjadi informasi populasi secara agregat.
Cakupannya meliputi pola mobilitas populasi, komposisi demografis, keterlibatan digital, dan tren pasar pada tingkat wilayah di seluruh Indonesia.
Informasi tersebut berpotensi digunakan berbagai sektor, mulai ritel, properti, jasa keuangan, barang konsumsi, pariwisata, hingga sektor publik.
Sebagai contoh, perusahaan ritel dapat memanfaatkan konteks mengenai populasi dan mobilitas untuk melengkapi data internal ketika mengevaluasi suatu wilayah.
Sementara pada sektor keuangan, data tingkat kota dapat digunakan untuk membantu membaca lanskap penggunaan layanan perbankan digital.
“Skala dan keragaman Indonesia membutuhkan informasi yang benar-benar mencerminkan perubahan masyarakat, bisnis, dan pasar di seluruh negeri,” ujar Vice President of Data Solutions and Digital Financial Services Telkomsel Enterprise Jockie Heruseon.
Menurut Jockie, jangkauan jaringan Telkomsel dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan wawasan yang mendukung pengambilan keputusan bisnis sekaligus tetap menjaga privasi.
Kehadiran Big Data Telco Insight juga memperlihatkan upaya Telkomsel Enterprise memperluas bisnisnya dari penyedia konektivitas menjadi penyedia solusi berbasis data.
“Kolaborasi kami dengan Snowflake memperluas peran Telkomsel Enterprise tidak hanya sebagai penyedia konektivitas, tetapi juga memungkinkan bisnis menggunakan wawasan ini bersama data mereka sendiri untuk memahami pasar dengan lebih baik, mendukung keputusan investasi, dan menangkap peluang pertumbuhan baru,” kata Jockie.
Ia mencontohkan institusi jasa keuangan dapat memanfaatkan wawasan pada tingkat kota mengenai penggunaan aplikasi perbankan untuk membantu menilai lanskap perbankan digital.
Melalui Snowflake Marketplace, organisasi yang telah menggunakan Snowflake dapat mengakses Big Data Telco Insight dari lingkungan data mereka dan menganalisisnya bersama data bisnis maupun operasional yang dimiliki.
Mekanisme tersebut ditujukan untuk mengurangi proses pemindahan dan integrasi data eksternal sebelum dapat digunakan untuk pelaporan, analitik lanjutan, maupun pengembangan AI.
Aspek privasi menjadi bagian penting karena informasi yang digunakan berasal dari aktivitas jaringan telekomunikasi.
Telkomsel menegaskan Big Data Telco Insight tidak menyediakan informasi mengenai pelanggan individual ataupun data yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi pelanggan tertentu.
Seluruh insight diklaim telah melalui proses anonimisasi dan agregasi sesuai kerangka tata kelola data Telkomsel yang disebut selaras dengan regulasi data di Indonesia, termasuk Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi (UU PDP).
Director of Partnerships & Alliances ASEAN Snowflake Angela Koh mengatakan data internal perusahaan pada dasarnya hanya memberikan sebagian gambaran mengenai kondisi pasar.
“Dengan menyediakan Big Data Telco Insight melalui Snowflake Marketplace, Telkomsel Enterprise memberikan cara yang lebih sederhana bagi organisasi untuk mengakses wawasan telekomunikasi yang telah diagregasi di dalam lingkungan Snowflake yang sudah mereka gunakan,” ujar Angela.
Menurut dia, penggabungan insight tersebut dengan data internal dapat membantu perusahaan mendapatkan gambaran lebih lengkap mengenai dinamika pasar sekaligus mengembangkan penggunaan AI berbasis data.









