Teknologi suara ultrasonik bisa ubah pikiran hewan

Mempelajari perilaku tempat kera, para peneliti mengungkapkan aktivitas neuron di korteks cingulate anterior sangat penting untuk pemikiran kontrafaktual yang efektif.

Teknologi suara  ultrasonik bisa ubah pikiran hewan Source: Pexels

Ada sebuah studi baru yang menunjukkan bahwa ultrasonik intensitas rendah dapat digunakan untuk menargetkan bagian spesifik otak dan mengubah proses pengambilan keputusan hewan. Dilansir dari New Atlas (16/4), teknik ini ditunjukkan pada kera sehingga mendorong perubahan perilaku aktual menggunakan gelombang suara ultrasonik. Tentu saja penggunaan suara tersebut masih dalam taraf yang sangat aman.

Belum lama ini para peneliti mulai mengeksplorasi efek ultrasonografi intensitas rendah pada otak. Meski secara umum dikenal karena potensi pencitraannya, gelombang ultrasonik juga dapat ditargetkan untuk memodulasi aktivitas otak. Satu percobaan manusia yang menarik saat ini adalah sedang menyelidiki ultrasonik sebagai pengobatan potensial untuk Alzheimer dan demensia.


berita tentang tek.id

BACA JUGA

Temuan MIT, bisa ambil video meski subjek membelakangi kamera

Ilmuwan berhasil ciptakan jaringan saraf tiruan mirip aslinya

Teknologi uap terbaru bisa daur ulang plastik


Mempelajari perilaku empat kera, para peneliti mengungkapkan aktivitas neuron di korteks cingulate anterior sangat penting untuk pemikiran kontrafaktual yang efektif. Kemudian ultrasonic intensitas rendah digunakan untuk secara efektif menganggu aktivitas neuron di wilayah otak tertentu, sehingga hewan tersebut menunjukkan hasil pengambilan keputusan berbeda.

Penelitian ini sebenarnya masih sangat awal, tetapi salah satu penelitinya berharap pekerjaan ini dapat segera pindah ke uji coba manusia.

“Saat ini, teknik neuromodulasi memang ada untuk manusia, agar membantu orang dengan kondisi seperti depresi berat atau Parkinson. Tetapi tidak ada teknik yang memiliki tingkat akurasi seperti ini dengan cara aman,” kata ketua peneliti di University Plymouth, Elsa Fouragnan.

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: