SpaceX dan Boeing berlomba terbangkan orang ke luar angkasa

Sayangnya kedua perusahaan tersebut hingga kini masih belum bisa menghadirkan sistem transportasi awak ke luar angkasa yang aman

SpaceX dan Boeing berlomba terbangkan orang ke luar angkasa Source: SpaceX via BGR

Sudah pasti NASA akan senang sekali jika berhenti mengandalkan Rusia untuk mengirim astronotnya ke luar angkasa, tetapi menyadari bahwa keinginan tersebut berarti perlu melangkah untuk menyediakan sistem transportasi awak yang sangat aman dan andal. Dilansir dari BGR (12/7), baik SpaceX dan Boeing bekerja secara independen demi memenuhi permintaan itu, tetapi laporan baru dari Government Accountability Office mengungkapkan bahwa tidak satu pun dari mereka yang mampu melakukannya, dan itu bukanlah berita baik bagi astronot Amerika Serikat.

Kedua perusahaan tersebut, SpaceX dengan Dragon Capsule dan Boeing dengan pesawat luar angkasa Starliner, dua-duanya di bawah kontrak dengan NASA untuk mengembangkan, membangun, dan meluncurkan misi kru komersil ke International Space Station (ISS), namun penilaian dari kedua sistem perusahaan mengungkapkan adanya kekurangan.

“Boeing dan SpaceX terus membuat kemajuan dalam mengembangkan sistem transportasi kru mereka, tetapi kedua kontraktor telah menunda tonggak sertifikasi hingga awal 2019. Tanpa pilihan kontigensi yang layak untuk memastikan akses tidak terputus ke ISS jika terjadi penundaan kru komersial lebih lanjut, kami menyimpulkan bahwa NASA berisiko tidak dapat memaksimalkan laba atas investasi miliaran dolar di stasiun luar angkasa tersebut,” kata pemerintah Amerika Serikat.

Singkatnya, jika kedua perusahaan tidak dapat memenuhi tonggak pencapaian mereka, NASA sama sekali tidak memiliki rencana cadangan untuk menerbangkan astronotnya ke stasiun luar angkasa. Memenuhi tuntutan NASA berarti membuktikan bahwa pesawat luar angkasa berawak mampu dengan aman mengantarkan astronot ke ISS, dan baik SpaceX dan Boeing belum ada yang berhasil mendekati hal tersebut.

Seperti yang telah ditunjukkan oleh SpaceX selama dekade terakhir, membangun sistem pesawat luar angkasa baru sangat menantang. Perusahaan tersebut telah belajar dari kegagalannya di masa lalu, tetapi banyak hal berubah secara dramatis ketika kehidupan manusia dipertaruhkan.

Selama ini astronot NASA memang menumpang sistem transportasi luar angkasa Soyuz yang dimiliki oleh Roscosmos, agensi luar angkasa pemerintah Rusia. Soyuz hingga kini masih menjadi satu-satunya sistem transportasi kru yang sangat andal dan telah mengirimkan banyak sekali astronot ke ISS. 

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: