sun
moon
Premium Partner :
  • partner tek.id asus
  • partner tek.id praxis
  • partner tek.id wd
  • partner tek.id oppo
  • partner tek.id advo
  • partner tek.id synologi
  • partner tek.id benq
  • partner tek.id acer
  • partner tek.id qnap
Selasa, 28 Apr 2020 10:05 WIB

Sensor otot bisa kendalikan drone menggunakan gerakan tangan

Sistem tersebut menggunakan bantuan algoritma yang mendeteksi gerakan yang dilakukan oleh aktivitas otot bisep, lengan bawah, dan trisep.

Sensor otot bisa kendalikan drone menggunakan gerakan tangan
Source: MIT CSAIL via Engadget

Selain mengakses jostick pada remote control atau menekan leyar sentuh, kemungkinan ada cara yang lebih intuitif untuk mengendalikan robot dan drone. Para peneliti di Computer Science and Artificial Intelligence Labolatory (CSAIL) MIT dikabarkan telah berhasil mengembangkan metode kontrol bernama Conduct-A-Bot, yang menggunakan sensor otot dan deteksi gerakan untuk kontrol robot yang lebih mudah.

Dilansir dari Engadget (28/4), sistem tersebut menggunakan bantuan algoritma yang mendeteksi gerakan yang dilakukan oleh aktivitas otot bisep, lengan bawah, dan trisep. Pengguna dapat melembaikan tangan, mengepalkan tangan, atau bahkan meregangkan lengan untuk mengarahkan robot atau drone. Sistem ini tidak membutuhkan kalibrasi atau pelatihan. Jadi, orang akan langsung dapat menggunakannya.

Namun, teknologi dari CSAIL ini belum siap untuk digunakan di dunia nyata. Drone Parrot Bebop 2 merespons 82 persen dari lebih dari 1.500 gerakan. Hal ini memang menjanjikan, tetapi tidak bisa terlalu diandalkan dalam situasi penting. Para ilmuwan berniat untuk meningkatkan teknologinya, termasuk pilihan kebiasaan atau gerakan yang lebih berkelanjutan.

Meski demikian, jika teknologi ini sudah bisa digunakan di lingkungan bebas, maka akan membuat kontrol robot lebih mudah diakses oleh orang-orang. Ini juga dapat membantu untuk mengeksplorasi jarak jauh, robot pribadi dan tugas-tugas di mana orang mungkin menginginkan kontrol yang lebih organik dari gerakan manusia untuk situasi yang rumit.

Share
×
img
×
tekid
back to top