sun
moon
Premium Partner :
  • partner tek.id praxis
  • partner tek.id asus
  • partner tek.id qnap
  • partner tek.id benq
  • partner tek.id wd
  • partner tek.id advo
  • partner tek.id oppo
  • partner tek.id acer
  • partner tek.id synologi
Sabtu, 18 Apr 2020 14:31 WIB

Sensor kecil ini bisa dipasang di pakaian dan deteksi kesehatan

Dikembangkan oleh para ilmuwan di Georgia Institute of Technology, sensor tipe baru ini memiliki ukuran lebih kecil dari kepik dan meniru fungsi elektrokardiogram.

Sensor kecil ini bisa dipasang di pakaian dan deteksi kesehatan
Source: Georgia Tech / Ayazi lab via New Atlas

Detak jantung dan paru-paru yang sedang mengembang dapat menghasilkan getaran yang sangat halus. Tetapi ia dapat mengungkapkan informasi penting mengenai kesehatan kita secara umum. Dilansir dari New Atlas (18/4), ada sebuah sensor baru berukuran sangat kecil sehingga dapat dikenakan pada pakaian. Ini memungkinkan cara baru untuk memanfaatkan sinyal dari jantung dan paru-paru, dan mengingatkan pengguna ketika saatnya untuk melakukan pemeriksaan.

Dikembangkan oleh para ilmuwan di Georgia Institute of Technology, sensor tipe baru ini memiliki ukuran lebih kecil dari kepik dan meniru fungsi elektrokardiogram. Ini adalah pengujian yang mengandalkan tambalan elektroda yang melekat pada kulit untuk merekam aktivitas listrik jantung, pada gilirannya mengungkapkan ritme, aliran darah, dan ukuran penting lain.

“Saat ini, kedokteran menggunakan elektrokardiogram untuk informasi seputar jantung, tetapi elektrokardiogram hanya mengukur denyut listrik. Jantung adalah sistem mekanis dengan otot-otot yang memompa dan katup bergerak terbuka serta menutup. Setelah itu mengirimkan suara dan gerakan khas, yang tidak terdeteksi oleh elektrokardiogram,” kata Professor di School of Electrical and Computer Engineering, Farrokh Ayazi.

Ayazi memimpin tim dalam mengembangkan sensor baru yang dapat mengisi kekosongan ini. Sensor tersebut terdiri dari dua lapisan silikon yang sangat halus dengan ruang yang sangat sempit di antaranya yang berukuran hanya 270 nanometer, atau sekitar 0,005 lebar rambut manusia.

Lapisan silikon ini bertindak sebagai elektroda, membawa tegangan kecil yang bergerak sebagai respons terhadap suara dan getaran yang berbeda dari tubuh. Menurut para peneliti, perangkat ini mampu memisahkan diri dari suara sekitar yang berasal dari luar tubuh, dan mengubahnya menjadi keluaran elektronik yang dapat dibaca untuk menampilkan informasi seputar kesehatan pengguna.

Di antara suara-suara yang dapat dideteksi sensor ini adalah detak jantung, laju pernapasan dan suara yang berasal dari paru-paru. Selain itu, ia dapat mendeteksi aktivitas fisik pengguna, seperti berjalan, dan melakukan sinkronisasi dengan data yang diambil dari jantung dan paru-paru untuk membuat gambaran umum kesehatan.

Para peneliti membayangkan bahwa dengan pekerjaan lebih lanjut, sensor dapat digunakan untuk mengungkapkan katup jantung yang tidak berfungsi melalui turbulensi dalam aliran darah, atau pertumbuhan kanker di paru-paru oleh bunyi yang tidak sepantasnya.

Share
back to top