Satelit Merah Putih dan satelit Palapa yang pensiun

Satelit Merah Putih milik Telkom Indonesia sukses meluncur di Cape Caneveral, Florida, Amerika Serikat (AS)

Satelit Merah Putih dan satelit Palapa yang pensiun (Foto: Telkom)

Satelit Merah Putih milik Telkom Indonesia sukses meluncur di Cape Caneveral, Florida, Amerika Serikat (AS). Satelit telekomunikasi itu diangkut ke luar angkasa oleh roket Falcon 9 milik SpaceX.

Satelit Merah Putih memiliki kapasitas 60 transponder yang terdiri dari 24 Standard C-Band dan 12 Extended C-Band. Satelit tersebut akan menjangkau Asia Tenggara serta 24 Standard C-band yang menjangkau Asia Selatan.


BACA JUGA

Industri telekomunikasi tumbuh negatif, so what?

Kemenkominfo, telekomunikasi Banten - Lampung normal

Kemenkominfo kerahkan tim dan 30 telepon satelit ke Sulteng


Satelit Merah Putih merupakan satelit telekomunikasi yang memiliki kapasitas lebih besar dan jangkauan lebih luas ketimbang satelit Telkom sebelumnya. Selain itu, Satelit Merah Putih dibangun menggunakan teknologi Fiber Optic Gyro, sehingga dinilai memiliki kestabilan lebih tinggi. Usai diluncurkan, satelit ini akan menempati slot orbit 108 derajat Bujur Timur (BT) atau di atas wilayah sekitar Selat Karimata. 

Diluncurkannya Satelit Merah Putih akan melengkapi dua satelit Telkom lainnya yaitu Telkom 2 dan Telkom 3S yang saat ini masih beroperasi. Dengan satelit Merah Putih, jumlah transponder Telkom bertambah menjadi 133 dari sebelumnya 73 transponder. Keberhasilan peluncuran Satelit Merah Putih diharapkan dapat memenuhi kebutuhan transponder nasional guna menjangkau wilayah-wilayah di Indonesia khususnya wilayah terpencil.

"Keberadaan Satelit Merah Putih diharapkan dapat mendorong pembangunan masyarakat digital Indonesia dan memperkuat peran Telkom sebagai enabler dalam kemajuan ekonomi digital nasional," kata Direktur Utama Telkom Alex J. Sinaga.

Untuk diketahui, satelit Merah Putih dirancang oleh Space System Loral (SSL), perusahaan pembuat satelit komersial dan perangkat luar angkasa yang berbasis di AS. Satelit itu kemudian diluncurkan oleh perusahaan besutan Elon Musk, SpaceX menggunakan roket Falcon 9.

Dibanding Satelit Palapa

Jauh sebelum satelit Merah Putih, Telkom meluncurkan satelit Palapa yang populer di kalangan masyarakat. Satelit Palapa sendiri memiliki beberapa tipe termasuk Palapa A1 dan A2. Satelit Palapa A1 sendiri menjadi satelit telekomunikasi pertama asal Indonesia yang mengangkasa. 

Satelit Palapa A1 diluncurkan pada 9 Juli, menempati slot orbit 83 derajat BT. Lain halnya dengan satelit Merah Putih, satelit Palapa meluncur dengan roket Delta 2914. Perakitan satelit pertama ini dilakukan oleh Boeing atau sebelumnya dikenal sebagai Hughes Space and Communication. Sebagai satelit yang terbilang lawas, Palapa juga hanya memiliki kapasitas 12 transponder yang dimanfaatkan untuk telepon dan televisi. 

Selang satu tahun, satelit Palapa A2 meluncur pada 11 Maret 1977 dengan roket Delta 2914. Serupa dengan pendahulunya, satelit ini menjadi proyek lanjutan Indonesia dengan Boeing. Palapa A2 menempti slot orbit 77 derajat BT dan beroperasi hingga Januari 1988. Satelit ini diluncurkan dengan tujuan menjadi cadangan jika Palapa A1 mengalami kendala atau tak lagi mampu mengakomodir kebutuhan pasar.

Dari sisi teknologi, peluncuran satelit Merah Putih juga lebih canggih ketimbang Palapa atau satelit pendahulunya yang lain. Satelit Merah Putih menggunakan roket peluncur SpaceX Falcon 9 yang telah didaur ulang dan menggunakan booster baru disebut Block 5. Peningkatan ini ditujukan untuk memperpendek waktu peluncuran, pemulihan serta penggunaan kembai roket tersebut.

Dilansir The Verge, sirip yang digunakan untuk mengarahkan roket kembali dari luar angkasa misalnya dibuat dari titanium, sehingga roket itu tak terbakar dalam perjalanan kembali ke Bumi. Mesin dari roket itu juga terlindung dari suhu tinggi selama perjalanan melalui atmosfer. Untuk misi peluncuran satelit Merah Putih sendiri, roket Falcon 9 berhasil kembali mendarat di Bumi dengan baik  di landasan “Of Course I Still Love You", Samudra Pasifik.

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: