Perusahaan Tiongkok mulai uji coba taksi otonom

Tetapi kemungkinan besar mobil-mobil tersebut akan meyertakan pengemudi manusia di belakang kemudi demi keamanan. Seluruh armada mobil otonom tidak dikenakan biaya.

Perusahaan Tiongkok mulai uji coba taksi otonom Source: Pexels

Perusahaan ride-sharing raksasa asal Tiongkok, Didi Chuxing, baru saja meluncurkan pilot mobil yang bisa mengemudi secara otonom. Baru-baru ini pemerintah setempat memberi izin perusahaan tersebut agar dapat menguji kendaraan otonomnya di jalan umum daerah Jiading, Shanghai. Mereka mengatakan akan menyebarkan “30 model kendaraan otonom L4 berbeda.”

Pelanggan dapat menggunakan aplikasi Didi untuk memanggil kendaraan otonom sehingga dapat menjemputnya. Tetapi kemungkinan besar mobil-mobil tersebut akan meyertakan pengemudi manusia di belakang kemudi demi kemanan. Seluruh armada mobil otonom tidak dikenakan biaya.


berita tentang tek.id

BACA JUGA

Tarif baru ojek online di Indonesia, ini kata Grab

1 Mei tarif ojek online beda-beda tergantung wilayah

Menkominfo siap bantu Gojek melantai di Filipina


“Mengingat lalu lintas yang kompleks dan kondisi jalan di kota besar, Didi akan memulai program dengan model pengiriman campuran, yang akan menggabungkan kendaraan otonom dan kendaraan yang dikendarai manusia selama proyek uji coba,” kata Didi.

Didi memiliki tahun-tahun yang menarik. Perusahaan ini pertama kali mengenalkan radar untuk mendeteksi banyak orang pada 2016 ketika Apple mengumumkan telah menginvestasi USD 1 miliar pada mereka. Pada saat itu, Didi mengalami persaingan ketat dengan Uber untuk pelayanan ride-sharing Tiongkok yang berkembang pesat. Sekitar masa itulah Didi mulai memburu insinyur dari Silicon Valley untuk menggarap program kendaraan otonom.

Akhirnya, pertempuran menjadi terlalu mahal bagi Uber, yang dilaporkan menggelontorkan biaya USD 1 miliar per tahun untuk bersaing dengan Didi. Pada Agustus 2016, CEO Uber saat itu, Travis Kalanick, mengatakan ia akan menjual bisnis Uber di Tiongkok ke Didi sebesar 17,7 persen saham. Sebagai gantinya, Didi berinvestasi USD1 miliar di Uber.

Didi juga berinvestasi di banyak saingan Uber, termasuk Lyft, Ola India, Grab yang bermarkas di Singapura, Taxify, Caree, di Tumir Tengah (yang baru-baru ini diakusisi oleh Uber), dan 99 di Brazil. Tahun lalu, Didi berekspansi ke Meksiko, mengintensifkan persaingan globalnya dengan Uber. Demikian dilansir dari The Verge (30/8).

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: