Peneliti kembangkan drone tanpa baling-baling dan sayap

Minimnya bagian atau suara yang bergerak dapat membuatnya berguna untuk tugas-tugas seperti pengawasan dan pendeteksian dalam ruangan.

Peneliti kembangkan drone tanpa baling-baling dan sayap

Drone memiliki aneka ragam ukuran, dari hanya seukuran telepak tangan hingga berukuran raksasa yang memiliki delapan baling-baling agar dapat menerbangkan bodinya yang super jumbo. Meski ukurannya berbeda, drone tersebut memerlukan bagian bergerak (baling-baling) agar dapat terbang. Dilansir dari Digital Trends (12/2) para peneliti dari University of California tengah menggarap drone terkecil tanpa ada komponen bergerak.

Hal tersebut berarti drone tidak dilengkapi rotor, sayap, atau sejenisnya. Sebagai gantinya drone bergantung pada ion atmosfer yang memungkinkannya bergerak sepenuhnya tanpa suara. “Untuk memahami cara kerjanya, bayangkan dua elektroda asimetris seperti kawat dan pelat. Ketika tegangan diterapkan di antara keduanya, medan listrik akan lebih kuat di sekitar kawat sebagai fungsi geometri,” kata seorang ahli teknik mesin di Stanford University, Daniel Drew.


BACA JUGA

Ilmuwan berhasil temukan molekul paling awal di alam semesta

NASA temui planet seukuran Bumi

Teknologi suara ultrasonik bisa ubah pikiran hewan


Jika seseorang meletakkan tangan di bawah drone berbasis ionocraft tersebut akan menghasilkan perasaan yang sama seperti aliran udara yang dipercepat seperti layaknya menggunakan baling-baling. Mekanisme ini dikenal sebagai ‘gaya elektrohidrodinamik’, sementara pembentukan ion dicapai dengan menggunakan ‘pelepasan korona.’

Daniel menjelaskan, kesederhanaan mekanis dari sistem propulsi seharusnya menjadikan drone ini mudah dibuat. Minimnya bagian atau suara yang bergerak dapat membuatnya berguna untuk tugas-tugas seperti pengawasan dan pendeteksian dalam ruangan.

“Langkas selanjutnya adalah penerbangan terkontrol menggunakan sensor dan pengontrol eksternal, dengan kabel untuk transfer dan daya. Jalur menuju penerbangan otonom akan membutuhkan elektronik berdaya rendah yang saat ini sedang dikembangkan oleh seorang kolabolator,” tutup Daniel.

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: