NASA punya satelit utama untuk misi Mars 2020

Selain memberikan sinyal yang lebih kuat untuk wahana, langkah ini juga akan memungkinkan pesawat ruang angkasa untuk berkomunikasi lebih sering dengan Mars 2020.

NASA punya satelit utama untuk misi Mars 2020 Source: NASA via Engadget

NASA dilaporkan sedang mempersiapkan misi Mars 2020 dengan membawa wahana MAVEN yang akan bertindak sebagai antena dan koneksi ke Bumi. Dilansir dari Engadget (12/2), selama beberapa bulan ke depan wahana tersebut akan terbang semakin dekat ke Mars hingga mendekati jarak 4.500 kilometer dari permukaannya. Lalu wahana ini akan turun sebanyak 1.700 kilometer dari orbit saat ini.

“Ini seperti menggunakan ponsel Anda. Semakin dekat dekat dengan menara seluler, semakin kuat sinyal Anda,” kata peneliti utama Maven, Bruce Jakosky.


BACA JUGA

Peneliti kembangkan drone tanpa baling-baling dan sayap

Kain ini bisa sesuaikan suhu tubuh

Ilmuwan kembangkan alat pacu jantung dengan baterai isi ulang


Agar memperketat orbit MAVEN, NASA akan menembakkan pendorongnya dalam beberapa hari ke depan untuk sedikit menurunkan ketinggiannya. Kemudian wahana tersebut akan bergantung pada gaya hambat yang disediakan oleh atmosfer Mars untuk memperlambatnya setiap kali ia berputar dan mengitari serta mengubah lintasannya dengan teknik yang disebut sebagai “aerobraking.”

NASA mengatakan aerobraking dapat digambarkan seperti meletakkan tangan di luar mobil yang bergerak, akan memungkinkan mereka mencapai tujuannya meski menggunakan bahan bakar yang sedikit.

Selain memberikan sinyal yang lebih kuat untuk wahana, langkah ini juga akan memungkinkan pesawat ruang angkasa untuk berkomunikasi lebih sering dengan Mars 2020. Lantaran mengorbit pada ketinggian yang lebih rendah, wahana dapat mengelilingi Mars 6,8 kali per hari. Di ketinggian sebelumnya, hanya 5,3 kali. Dengan demikian memberikannya cara untuk menerima lebih banyak data.

MAVEN, yang merupakan singkatan dari Mars Atmosphere and Volatile Evolution, dikerahkan untuk melihat lebih dekat atmosfer dan air di Mars. Sejak memasuki orbit Mars pada 2014, ia dapat membantu para ilmuwan menentukan bahwa angin, matahari dan radiasi bertanggung jawab untuk melepaskan Mars dari sebagian besar atmosfernya dan bahwa planet ini memiliki dua jenis aurora.

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: