sun
moon
Premium Partner :
  • partner tek.id synologi
  • partner tek.id benq
  • partner tek.id acer
  • partner tek.id qnap
  • partner tek.id wd
  • partner tek.id advo
  • partner tek.id praxis
  • partner tek.id asus
  • partner tek.id oppo
Senin, 20 Nov 2017 15:38 WIB

Kenapa robot humanoid yang bisa salto penting bagi kita?

Robot humanoid yang bisa salto menunjukkan bahwa robot tidak lama lagi akan jadi bagian dari keseharian kita.

The Verge (17/11), menulis artikel dengan judul, satu salto kecil dari sebuah robot, adalah lompatan salto yang besar bagi umat manusia. Judul yang sedikit mirip dengan kata-kata Neil Armstrong ketika mendarat di Bulan pertama kali, 1969.

Video yang ditunjukkan Boston Dynamics di YouTube, memang sebuah kemajuan besar bagi bidang robotika. Namun apa pentingnya bagi umat manusia?

Perlu Anda ketahui, untuk membuat robot bisa berjalan saja sudah sangat sulit. Apalagi membuat robot yang bisa salto ke belakang (backflip). Pada 2015 silam, robot Asimo buatan Honda saja jatuh saat demo menaiki anak tangga di depan banyak orang.

Salto adalah sesuatu yang sangat-sangat luar biasa bagi sebuah robot. Ini berarti, insinyur-insinyur di belakang Boston Dynamics berhasil membuat mekanisme dan software yang nyaris mendekati kemampuan motorik dan feeling manusia merasakan keseimbangan. Bahkan ketika Atlas, si robot salto, jatuh karena tidak seimbang saat mendarat, ia jatuh persis seperti manusia yang baru pertama kali belajar salto.

Intinya, bila robot humanoid ini bisa salto, maka tentunya semua gerakan dasar bisa gampang diprogram ke dalam robot ini. Insinyur senior dari CSIRO Robotics Research Group, Ryan Steindl, mengatakan "Seperti halnya perlombaan untuk mendarat di bulan. Setelah itu, kita bisa menggapai orbit dengan mudah," ujarnya.

Memang, bila kita hubungkan dengan penemuan roket antariksa dan penjelajahan luar angkasa, keuntungannya baru terasa setelah beberapa dekade. Satelit yang mengorbit di luar angkasa saat ini, tentu hasil dari penelitian dan perlombaan mengirimkan manusia pertama ke antariksa di masa perang dingin dahulu.

Bagi Paul Miller, penulis The Verge yang sudah mengamati perkembangan robotik sejak 2005, kecepatan inovasi di bidang robotika lebih cepat daripada bidang antariksa. Dia bahkan menduga setelah jatuhnya Asimo pada 2015, robot humanoid akan mampu menyamai gerak motorik manusia sepuluh-duapuluh tahun lagi.

Akan tetapi, tak sampai tiga tahun lamanya, Boston Dynamics menunjukkan keajaiban robot humanoid-nya yang disebut Atlas.

Robot berkaki dua seperti manusia itu sebenarnya dirancang untuk aktivitas dan struktur lingkungan manusia. 

Namun, untuk mewujudkan sebuah robot yang bisa menyatu dengan lingkungan manusia, dibutuhkan robot dua kaki layaknya manusia (humanoid). Robot ini memiliki banyak kegunaan. Karena terbuat dari besi, ia tahan cuaca ekstreem. Ia bisa menjadi pekerja di tempat-tempat bersuhu ekstreem tanpa harus mengeluh.

Di masa depan, ketika robot humanoid ini sudah jamak kita temukan di lingkungan sehari-hari, produktivitas manusia akan meningkat. Meski banyak pula pekerjaan-pekerjaan teknis yang tergantikan robot dan kita nantinya akan mengambil alih pekerjaan-pekerjaan strategis.

Satu hal yang pasti, robot yang bisa salto ini menjadi pintu gerbang baru bagi masa depan umat manusia. Siapa tahu, generasi anak-anak kita nanti sudah biasa bergaul dengan robot. Sekarang saja mereka sudah terbiasa diasuh smartphone dan tablet bukan?

Share
×
tekid
back to top