Ilmuwan kembangkan alat pacu jantung dengan baterai isi ulang

Penemuan ini bekerja dengan menambahkan potongan tipis polymer piezoelectric film atau disebut dengan PVDF yang diklaim mampu mengubah gerakan sekecil apapun menjadi listrik.

Ilmuwan kembangkan alat pacu jantung dengan baterai isi ulang Source: Patricio R. Sarzosa, Thayer School of Engineering

Alat pacu jantung telah menyelamatkan jutaan orang di dunia. Tetapi alat implan ini memerlukan penggantian baterai yang dilakukan setiap lima hingga sepuluh tahun. Tentu saja proses penggantian tersebut memerlukan biaya operasi yang tidak murah. Selain itu juga membawa risiko komplikasi dan infeksi. Namun tampaknya masalah tersebut akan segera teratasi.

Dilansir dari Engadget (5/1), ada sebuah tim ilmuwan sedang mengembangkan perangkat biomedis implan yang dapat diisi ulang dengan energi dan aktivitas jantung. Para insinyur di Dartmouth College telah menemukan perangkat berukuran sangat kecil yang mengubah energi kinetik jantung menjadi listrik yang memberi daya pada berbagai perangkat yang ditanamkan.


BACA JUGA

Ilmuwan berhasil temukan molekul paling awal di alam semesta

NASA temui planet seukuran Bumi

Teknologi suara ultrasonik bisa ubah pikiran hewan


Penemuan ini bekerja dengan menambahkan potongan tipis polymer piezoelectric film atau disebut dengan PVDF ke perangkat yang telah ada (seperti alat pacu jantung). PVDF diklaim mampu mengubah gerakan sekecil apapun menjadi listrik. Selain mengisi ulang perangkat yang ditanam, modul yang sama juga dapat digunakan sebagai sensor untuk mengumpulkan data kesehatan secara real-time pada pasien.

“Kami tahu alat tersebut harus bersifat biokompatibel, ringan, fleksibel, dan berukuran sangat kecil. Sehingga selain cocok dengan struktur alat pacu jantung, ia juga multi-fungsi untuk masa depan,” kata salah satu rekan penelitian, Lin Dong.

Tim baru saja menyelesaikan studi dengan menggunakan hewan dan hasilnya bagus. Alat pacu jantung dengan baterai yang dapat diisi ulang ini diharapkan tersedia secara komersial dalam waktu lima tahun.

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: