Ilmuwan berhasil ciptakan jaringan saraf tiruan mirip aslinya

Secara teori, teknologi ini dapat digunakan di masa depan untuk menciptakan jalur saraf baru yang membantu mewujudkan jenis antarmuka otak yang diusulkan oleh perusahaan Neuralink.

Ilmuwan berhasil ciptakan jaringan saraf tiruan mirip aslinya University of Bath via Engadget

Selama puluhan tahun ilmuwan mencari cara untuk menciptakan neuron (jaringan saraf) buatan dengan kemampuan untuk berperilaku persis seperti jaringan saraf asli. Belum lama ini, sebuah tim berhasil membuat terobosan terkait kasus tersebut,

Teknologi ini mungkin masih belum bisa diterapkan pada contoh kasus manusia, tetapi inovasinya membuka jalan bagi semuanya mulai dari mengobati penyakit neurodegeneratif seperti Alzheimer, hingga memungkinkan alat pacu jantung baru yang merangsang jaringan saraf pengatur pemompaan jantung.


berita tentang tek.id

BACA JUGA

Temuan MIT, bisa ambil video meski subjek membelakangi kamera

Teknologi uap terbaru bisa daur ulang plastik

NASA pamer pesawat listrik Maxwell


Menciptakan jaringan saraf tiruan telah menjadi tantangan bagi ilmuwan selama bertahun-tahun. Selain rintangan fisik dalam mengembangkan perangkat keras menyerupai jaringan saraf, para peneliti perlu membuat model matematika kompleks yang dapat mengendalikan aktivitas listrik non-linear yang rumit dalam jaringan saraf tiruan.

“Pendekatan kami menggabungkan beberapa terobosan. Kami dapat memperkirakan parameter dengan akurat yang mengontrol perilaku jaringan saraf dengan tingkat presisi tinggi. Kami telah membuat model fisik perangkat keras dan menunjukkan kemampuannya untuk berhasil meniru perilaku jaringan hidup yang sebenarnya. Terobosan ketiga kami adalah keserbagunaan model yang memungkinkan untuk dimasukannya berbagai jenis dan fungsi berbagai jenis jaringan mamalia kompleks,” kata seorang peneliti University of Bath, Alain Nogaret.

Dua jenis jaringan saraf tiruan ditunjukkan secara efektif dalam studi yang baru diterbitkan. Ia secara akurat mereplikasi berbagai aktivitas lengkap dibandingkan dengan rekan biologisnya.

“Mereplikasi respons jaringan saraf pernapasan dalam bioelektriktronika yang dapat dikecilkan dan ditanamkan sangat mengasyikan dan membuka peluang besar bagi perangkat medis yang lebih pintar. Hal ini mengarah pada pendekatan pengobatan untuk berbagai penyakit,” kata rekan penulis dalam penelitian baru tersebut, Julian Paton.

Mikrochip silikon miniatur ini menawarkan beragam penggunaan hipotesis. Salah satu kemungkinan adalah sejenis alat pacu jantung pintar yang tidak hanya menawarkan stimulasi listrik ke jantung, tetapi juga berkomunikasi dengan kumpulan jaringan saraf tertentu di dasar otak yang diketahui memainkan peran utama dalam gagal jantung. Hasil lain adalah menggunakan jaringan saraf buatan untuk menggantikan jalur jaringan yang sakit oleh penyakit seperti Alzheimer.

Secara teori, teknologi ini dapat digunakan di masa depan untuk menciptakan jalur saraf baru yang membantu mewujudkan jenis antarmuka otak yang diusulkan oleh perusahaan Neuralink. Namun, para peneliti di balik proyek ini jauh lebih tertarik pada hasil kesehatan langsung, seperti menemukan cara untuk mengganti jaringan saraf yang sakit atau rusak pada subjek manusia. Demikian dilansir dari New Atlas (3/12).

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: