Eropa manfaatkan AI untuk mendeteksi banjir

Para peneliti melatih SMFR untuk menemukan kata kunci terkait banjir dalam bahasa Inggris, Jerman, Spanyol dan Prancis.

Eropa manfaatkan AI untuk mendeteksi banjir Source: Pexels

Pusat Penelitian Gabungan Komisi Eropa tengah mengembangkan perangkat yang bisa menggunakan tweet dan kecerdasan buatan (artificial intelligence) untuk mengumpulkan data secara real-time mengenai banjir.

Dalam sebuah makalah yang dirilis Arvix.org, para ilmuwan Uni Eropa menjelaskan bagaimana purwarupa Social Media for Flood Risk (SMFR) mereka dapat membantu para responden agar memahami lebih baik apa yang terjadi di daerah banjir dan menentukan masalah yang perlu diperhatikan.


BACA JUGA

Google kembangkan AI untuk main gim sepakbola

AI DeepMind bisa selamatkan satwa langka

Sony pakai AI untuk hasilkan musik


Platform ini berkolaborasi dengan EFAS (Europe’s Flood Awareness System). Ketika EFAS mengidentifikasi area dengan risiko banjir yang tinggi, ia memicu SMFR untuk mulai mengumpulkan tweet terkait banjir dari pengguna di area itu. Mengumpulkan informasi yang dapat diandalkan dari Twitter bukanlah tugas yang mudah, terutama mengingat EFAS mencakup area dengan lebih dari 27 bahasa.

Pada titik itulah tim mengandalkan AI agar platformnya berjalan. Untuk memulai, para peneliti melatih SMFR untuk menemukan kata kuci terkait banjir dalam bahasa Inggris, Jerman, Spanyol dan Prancis. Dalam pengujian selama banjir di Calabria, Italia, alat tersebut berhasil mengumpulkan 14.347 tweet selama tiga hari, lalu mengurutkannya berdasarkan relevansi dan menyediakan data geo-lokasi.

Pusat Penelitian Gabungan Komisi Eropa berharap EFAS dapat menggunakan tweet dan data banjir lain yang dikumpulkannya, seperti citra satelit. Seperti yang diketahui, media sosial dapat memberikan data yang tepat waktu selama bencana alam, tetapi kurang perhatian mengenai bagaimana mengintegrasikan media sosial dengan cara yang sempurna dan andal untuk peramalan dan pemantauan bencana.

Pusat penelitian tersebut tidak sendirian. Google dan Facebook telah berkomitmen untuk menggunakan AI untuk mengumpulkan data banjir. Bersama-sama, seluruh platform ini bisa memberi responden pertama gambaran yang lebih baik tentang apa yang dituju. Demikian dilansir dari Engadget (26/4).

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: