×
Kanal
    • partner tek.id realme
    • partner tek.id samsung
    • partner tek.id acer
    • partner tek.id wd
    • partner tek.id wd
    • partner tek.id wd
    • partner tek.id wd

Cisco Kenalkan Konsep Keamanan Baru untuk Agentic Workforce, Bisa Ambil Tindakan Keamanan Mandiri

Oleh: Tek ID - Selasa, 14 April 2026 17:40

Cisco luncurkan konsep keamanan baru untuk agen AI, dorong adopsi agentic workforce dengan perlindungan berbasis Zero Trust.

Cisco Kenalkan Konsep Keamanan Baru untuk Agentic Workforce Ilustrasi keamanan siber. dok. Cisco

Cisco memperkenalkan terobosan baru dalam keamanan siber dengan menghadirkan konsep perlindungan menyeluruh untuk era agentic workforce, dengan agen AI yang tidak hanya memberi respons, tetapi juga mengambil tindakan secara mandiri. 

Inovasi ini diumumkan dalam ajang RSA Conference 2026 sebagai jawaban atas meningkatnya adopsi agen AI di lingkungan perusahaan.

Langkah ini menandai perubahan besar dalam lanskap teknologi, ketika agen AI mulai berperan sebagai “tenaga kerja digital” yang mampu menjalankan tugas kompleks lintas sistem. 

Namun, di balik potensi tersebut, isu keamanan menjadi tantangan utama yang masih menghambat implementasi secara luas.

President dan Chief Product Officer Cisco Jeetu Patel mengatakan agen AI membuka peluang besar bagi organisasi. 

“Agen AI bukan hanya mempercepat pekerjaan yang ada, tetapi menjadi tenaga kerja baru yang memperluas kemampuan organisasi. Peran tim keamanan sangat krusial agar teknologi ini dapat dipercaya,” ujarnya.

Data internal Cisco menunjukkan 85 persen perusahaan telah bereksperimen dengan agen AI, namun baru sekitar 5 persen yang benar-benar mengimplementasikannya dalam lingkungan produksi. Kesenjangan ini menjadi fokus utama Cisco dalam mengembangkan solusi keamanan yang lebih adaptif.

Untuk menjawab tantangan tersebut, Cisco mengembangkan pendekatan berbasis tiga pilar utama. Pertama, memastikan agen hanya bertindak sesuai tujuan yang ditetapkan. Kedua, melindungi agen dari potensi manipulasi eksternal. Ketiga, memungkinkan deteksi dan respons ancaman dengan kecepatan setara mesin.

Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah memperluas penerapan Zero Trust Access ke agen AI. Dengan pendekatan ini, setiap agen memiliki identitas terverifikasi dan terhubung langsung dengan pengguna manusia yang bertanggung jawab. 

Sistem ini juga dilengkapi kontrol akses ketat yang membatasi tindakan agen hanya pada kebutuhan spesifik dalam waktu tertentu.

Cisco juga memperkenalkan AI Defense: Explorer Edition, sebuah solusi berbasis self-service yang memungkinkan pengembang menguji ketahanan model AI terhadap berbagai skenario serangan sebelum diterapkan. 

Fitur ini mencakup pengujian terhadap potensi prompt injection, jailbreak, serta risiko keamanan lainnya, sekaligus menyediakan laporan yang dapat ditindaklanjuti.

Selain itu, Cisco meluncurkan DefenseClaw, kerangka kerja keamanan berbasis open source yang mengotomatisasi proses pengujian dan inventarisasi aset AI. 

Integrasi dengan NVIDIA OpenShell juga disiapkan untuk menciptakan lingkungan sandbox yang mempercepat penerapan agen secara aman tanpa proses manual yang kompleks.

Di sisi operasional, Cisco melalui platform Splunk mulai mengintegrasikan agen AI ke dalam pusat operasi keamanan (SOC). 

Inovasi ini memungkinkan otomatisasi alur kerja keamanan, mulai dari analisis ancaman hingga respons insiden, sehingga tim keamanan dapat bergerak lebih cepat dan efisien.

Presiden Blackwood Ryan Morris mengatakan pendekatan ini sebagai langkah penting dalam menghadapi kompleksitas ancaman siber saat ini. 

Ia menyebut transformasi SOC dari reaktif menjadi proaktif sebagai kebutuhan mendesak di era digital.

Dengan rangkaian inovasi tersebut, Cisco berupaya menghilangkan hambatan utama dalam adopsi agen AI sekaligus memastikan keamanan tetap menjadi fondasi utama. Pendekatan ini diharapkan mampu mempercepat transformasi digital perusahaan tanpa mengorbankan perlindungan data dan sistem.

×
back to top