sun
moon
Premium Partner :
  • partner tek.id wd
  • partner tek.id qnap
  • partner tek.id synologi
  • partner tek.id oppo
  • partner tek.id advo
  • partner tek.id acer
  • partner tek.id benq
  • partner tek.id asus
  • partner tek.id praxis
Rabu, 15 Apr 2020 19:15 WIB

Cegah Covid-19, MIT berdayakan sinyal nirkabel dan AI

Perangkat tersebut bernama Emerald, mirip dengan router WiFi besar dan dipasang di dinding. Perangkat ini memancarkan sinyal nirkabel yang memantul dari pasien.

Cegah Covid-19, MIT berdayakan sinyal nirkabel dan AI
Source: Pexels

Pandemi virus corona atau Covid-19 masih berlanjut. Rumah sakit bekerja untuk mencegah kepadatan yang berlebihan dan menjaga petugas kesehatan tetap dalam keadaan aman. Menurut Centers for Disease Control (CDC), lebih dari 9.000 petugas kesehatan si Amerika Serikat telah tekena Covid-19, dan setidaknya 27 orang telah meninggal.

Dilansir dari Engadget (15/4), tim dari Labolatorium Ilmu Pengetahuan dan Kecerdasan Buatan (CSAIL) MIT mengembangkan monitor nirkabel yang memungkinkan dokter memantau pasien dari jauh. Ini adalah cara untuk mengatasi masalah penularan Covid-19.

Perangkat tersebut bernama Emerald, mirip dengan router WiFi besar dan dipasang di dinding.Perangkat ini memancarkan sinyal nirkabel, yang memantul dari pasien. Sistem itu kemudian menggunakan AI untuk menganalisis pola-pola tersebut dan menyimpulkan laju pernapasan, pola tidur, dan pergerakan seseorang.

Emerald diklaim cukup sensitif untuk mendeteksi pergerakan dada (yang diterjemahkan menjadi tingkat pernapasan) dan untuk membedakan antara banyak orang. Perangkat ini dapat mengetahui kapan seorang pasien mengalami kesulitan bernapas, dan semua info itu dapat diakses oleh seorang dokter dari jarak jauh.

Tim CSAIL telah menempatkan Emereld untuk digunakan di fasilitas bantuan kesehatan, di mana mereka menggunakannya untuk memantau pasien Covid-19 dari jarak jauh. Ketika pasien pulih, sistem mendeteksi bahwa kecepatan napasnya menurun dari 23 menjadi 18 napas per menit, tidurnya membaik dan dia berjalan lebih cepat di sekitar apartemennya.

“Mengingat bagaimana Emerald dapat memberikan data kesehatan penting tanpa kontak dengan pasien, cara ini dapat meminimalkan risiko dokter dan perawat terkena virus corona dari pasien mereka,” kata asisten profesor psikiatri di Harvard Medical School, Dr. Ipsit Vahia.

Karena jumlah kasus Covid-19 melonjak, Emerald dapat memungkinkan pasien yang tidak parah untuk tetap tinggal di rumah tetapi di bawah pengawasan penyedia layanan kesehatan. Di masa depan, Emerald dapat digunakan untuk memantau kondisi lain, seperti kecemasan, insomnia dan sleep apnea.

Share
back to top