sun
moon
Premium Partner :
  • partner tek.id wd
  • partner tek.id acer
  • partner tek.id benq
  • partner tek.id advo
  • partner tek.id oppo
  • partner tek.id praxis
  • partner tek.id synologi
  • partner tek.id asus
  • partner tek.id qnap
Senin, 20 Apr 2020 14:39 WIB

Alat tes corona BPPT mulai diproduksi massal

Alat tes RT-PCR buatan dalam negeri yang diberi nama INDONESIA RRFIC19 sudah siap diproduksi massal oleh PT Bio Farma.

Alat tes corona BPPT mulai diproduksi massal
Source: East Ventures

Alat tes RT-PCR buatan dalam negeri yang diberi nama INDONESIA RRFIC19 sudah siap diproduksi massal oleh PT Bio Farma. Alat ini dikembangkan dan diproduksi oleh gugus tugas Covid-19 atau Task Force Riset dan Inovasi Teknologi untuk Penanganan COVID-19 (TFRIC19) bentukan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT).

Proyek pengembangan ini didukung oleh gerakan Indonesia PASTI BISA yang diinisiasi oleh East Ventures dan telah menggalang dana senilai Rp10 miliar. INDONESIA RRFIC19 telah memasuki tahap persiapan produksi massal oleh PT Bio Farma (Persero). Proses produksi akan mengikuti prototipe desain test kit INDONESIA RRFIC19 yang dikembangkan oleh Nusantics.

 

Aktovotas di lab Nusantics

 

“Prototipe akan kami terima dalam waktu dekat ini dari perusahaan startup asal Indonesia Nusantics. Kemudian, Bio Farma akan memproduksi secara massal dalam jumlah besar yang akan memanfaatkan fasilitas produksi yang ada di Bio Farma termasuk proses serta pengujian [quality control], packaging, dan distribusi. Produksi akan menggunakan fasilitas produksi dan SDM yang memiliki kompetensi di bidang biomolekuler yang ada di Bio Farma. Jadi bisa dikatakan kit ini adalah 100% produksi dalam negeri oleh putra-putri bangsa Indonesia. Mudah–mudahan keberadaan test kit berbasis qPCR ini, dapat membantu pemerintah dalam percepatan penanganan menghadapi pandemi Covid-19,” kata Direktur Utama Bio Farma Honesti Basyir.

Sampai saat ini, kapasitas yang terpasang di pabrik Bio Farma di Bandung sebanyak 15.000 test kit yang dikemas dalam 600 boks per hari. Sementara itu, Bio Farma juga akan menanggung biaya proses produksi alat ini dan proses distribusi dari pabrik ke pengguna akan dibantu gerakan Indonesia PASTI BISA.

Berdasarkan pernyataan Co-founder dan Managing Partner East Ventures Willson Cuaca, bahan baku akan tersedia pada kisaran 2-3 minggu ke depan di pabrik Bio Farma. Wilson juga mengatakan pihaknya telah mengucurkan dana senilai Rp5 miliar dari donasi yang digalang oleh Indonesia PASTI BISA untuk memproduksi 50.000 alat tes.

Sebelumnya, alat tes ini telah melalui pengujian pada virus SARS-CoV-2. Alat ini merupakan Golden Standard dalam diagnosis infeksi Covid-19. Nantinya, penggunaan INDONESIA TRFIC19 akan memeriksa sampel genetika yang diambil dari rongga hidung atau rongga mulut pasien (swab). Untuk diketahui, INDONESIA TRFIC19 sebelumnya diberi nama Nusantara TRFIC19.

Kepala BPPT Hammam Riza mengatakan, “BPPT melalui TFRIC19 terus memberikan dukungan penuh dalam percepatan produksi test kit PCR ini. Koordinasi dengan Badan Litbangkes dan Lembaga Biologi Molecular Eijkman telah dilakukan BPPT secara serius untuk mendapatkan akses sampel RNA Covid-19 Indonesia, untuk keperluan validasi produk, melengkapi desain dan prototipe test kit PCR yang telah dikembangkan oleh tim Nusantics.”

BPPT meyakini, alat tes buatan dalam negeri dapat terwujud berkat Donasi masyarakat melalui gerakan Indonesia PASTI BISA.

Share
back to top