Ini rasanya nonton Coldplay dalam kacamata virtual reality

Virtual Reality ini revolusioner, kami tidak akan heran kalau satu dekade lagi alat ini akan menggantikan televisi.

Kami sangat penasaran dengan konser Coldplay di Chicago, 17 Agustus kemarin. Ia merupakan konser band besar pertama yang disiarkan langsung dalam kacamata virtual reality (VR). Menggunakan kacamata VR gubahan Samsung, konser ini bisa disaksikan di 50 negara sambil duduk. Beruntung bagi Anda yang punya satu set perlengkapan Samsung Galaxy S6, S7, S8, dan GearVR.

Sayang, kami tidak seberuntung Anda. Namun tulisan Alan Cross, penyiar radio kondang asal Kanada di blognya, a journal of musical things, membasuh dahaga kami. Dalam jurnalnya, Alan berbagi pengalamannya secara detail kala menyaksikan Coldplay lewat kacamata VR.


berita tentang tek.id

BACA JUGA

Algoritma baru bisa ciptakan suara VR lebih nyata

VR HTC bisa terhubung ke PC via Wifi 5 GHz

Facebook bakal hadirkan gim VR khusus perangkat Oculus


Dia tengah duduk di rumahnya di Toronto, Kanada. Di hari yang sama, Coldplay menggelar konser di Chicago. Jarak Toronto dan Chicago, menurut Google Maps, adalah 835 km. Mampukah pengalaman virtual reality membawa Alan ke nuansa konser musik langsung? Dia pun mempersiapkan Samsung Galaxy S7 dan GearVR.

“Menyiapkan perangkat VR ini sangat mudah,” ujar Alan.

Dia bergegas menyambungkan Samsung Galaxy S7 ke koneksi Wi-Fi rumahnya. Kemudian, mengunduh software Samsung VR ke dalamnya. Setelah berhasil, Samsung Galaxy S7 itu dipasangkan dengan GearVR. Dia pun langsung terhubung pada menu yang seolah melayang di udara.

Alan membuka menu di hadapannya menggunakan tombol navigasi yang ada di samping GearVR. Samar-samar, suara keluar dari speaker mungil Samsung Galaxy S7. Coldplay tengah bersiap-siap menyenandungkan lagu pembuka. Demi mendapatkan pengalaman audio yang maksimal, dia pun menancapkan headset.

Ketika memasuki gelanggang konser, sudut pandang Alan tepat berada di belakang William “Will” Champion sang penggebuk drum. Jonny Buckland, sang gitaris terlihat sedang mengulik gitarnya tidak jauh dari situ.

“Gambarnya kurang tajam karena resolusi videonya belum High Definition (HD),” ujar Alan.

Alhasil, ketika Alan menoleh ke kaki sang gitaris, set-list konser Cold Play yang ditempel di lantai panggung tidak kelihatan jelas. Sementara itu, gigs-nya tepat di depan Jonny Buckland.

Alan pun mulai menengokkan kepala ke kiri dan ke kanan. Dia juga mendongak melihat langit Chicago malam itu. Dia bisa menyaksikan semuanya, bahkan sempat melihat beberapa penonton di bawah panggung malah sibuk adu bacot.

Tiba-tiba kamera beralih, seperti layaknya transisi pada kamera televisi. Berpindah-pindah ke seantero panggung. Kadang di samping Guy Berryman sang pembetot Bass. Kemudian ikut berjingkrak bersama Chris Martin di tengah aksi panggungnya.

Apakah secara keseluruhan, konser dalam Virtual Reality itu keren? Tentu saja.

“Memang masih banyak yang harus diimprovisasi, terutama soal resolusi dan fokus dalam gambar video, tapi waktunya akan segera tiba nanti,” ujar Alan.

Kalau ditanya, maukah menonton konser lainnya dalam kacamata VR. Alan menjawab, “Tentu, nanti saya akan coba nonton festival musik di Glastonbury. Tapi tanpa sensasi  lumpur dan kesenggol orang mabuk,”

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: