Keasikan selfie bikin orang banyak mati tenggelam

Para korban kebanyakan mengambil selfie untuk mendapatkan like saat mereka mempostingnya di jejaring sosial seperti Facebook, Twitter, dan lainnya.

Keasikan selfie bikin orang banyak mati tenggelam

Belakangan ini, melakukan selfie di air terjun atau tebing menjadi sebuah tren bagi para pengguna internet. Namun, Anda harus berhati-hati jika memiliki niat untuk mengikuti tren yang sedang populer di internet tersebut.

Para peneilti baru-baru ini mengungkapkan bahwa air menjadi salah satu penyebab utama orang-orang meregang nyawa ketika mengambil selfie. Fakta ini mereka dapatkan saat melakukan penelitian dari laporan-laporan berita tentang 259 kematian yang berkaitan dengan selfie.


berita tentang tek.id

BACA JUGA

Dua penguin kedapatan ber-selfie di Antartika

Fakta unik selfie dan dampaknya bagi sosial serta ekonomi

Ini 5 aplikasi edit foto selfie untuk cewek zaman now


Mereka melakukan penelitian ini dengan mencari data mulai Oktober 2011 hingga November 2017, yang diterbitkan dalam Journal of Family Medicine dan Primary Care edisi Juli-Agustus tahun ini.

Dari 259 kematian, peneliti menemukan penyebab utama adalah dikarenakan tenggelam. Lalu diikuti oleh insiden yang melibatkan transportasi,misalnya mengambil selfie di depan jalur kereta yang akan datang. Kemudian diikuti oleh jatuh dari ketinggian, diserang hewan, senjata api dan tersengat listrik.

"Kematian selfie telah menjadi masalah utama kesehatan masyarakat," kata Agam Bansal, penulis utama studi tersebut, seperti dikutip dari Science Alert (7/10).

Saat ini, India menjadi pemilik jumlah kematian akibat selfie tertinggi di semua negara. Lalu disusul oleh negara lain seperti Rusia, Amerika Serikat dan Pakistan. Bansal mencatat bahwa selfie sebenarnya tidak mematikan. Tapi bahaya muncul ketika orang mengambil risiko ketika mencoba untuk mendapatkan foto yang sempurna.

"Jika Anda hanya berdiri, hanya mengambil selfie dengan seorang artis atau lainnya, itu tidak berbahaya. Tapi jika selfie itu disertai dengan perilaku berisiko maka itulah yang membuat selfie itu berbahaya," katanya.

Bansal menambahkan dia juga prihatin tentang banyaknya korban jiwa yang terkait dengan kejadian ini yang didominasi kaula muda. Lebih dari 85 persen korban berusia antara 10 - 30 tahun.

"Yang paling membuat saya khawatir adalah kematian ini sebenarnya dapat dicegah," katanya.

"Angka ini banyak hanya karena seseorang ingin selfie yang sempurna karena mereka ingin mendapatkan banyak suka, berbagi di Facebook, Twitter atau media sosial lainnya, saya tidak berpikir ini jadi alasan untuk mengorbankan nyawa,” pungkasnya.

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: