Jangan gunakan password 123456, sangat tidak aman!
Tidak mengherankan password kedua yang sering disusupi adalah “123456789”. Serta ada pula pengguna yang menggunakan pasword “11111111”, atau bahkan “qwerty”.
Source: Pexels
Meski seluruh situs yang memerlukan proses pendaftaran sudah menyarankan agar jangan menggunakan kata sandi (password) yang mudah dibobol, tampaknya banyak orang masih tidak mau repot memikirkan rangkaian password untuk melindungi akun mereka. Dilansir dari Digital Trends (21/4), para pakar keamanan online mengharuskan kita memiliki kombinasi password yang terdiri dari kombinasi huruf kapital, simbol, dan angka.
Sebuah studi yang dilakukan baru-baru ini oleh National Cyber Security Center (NCSC) Inggris yang melihat pada database publik dari akun yang disusupi mengonfirmasi bahwa bagi banyak orang, bermasalah pada password sederhana. Ada 23,2 juta akun secara global menggunakan kombinasi “123456” paling umum dalam daftar NCSC.
Tidak mengherankan password kedua yang sering disusupi adalah “123456789”. Serta ada pula pengguna yang menggunakan pasword “11111111”, atau bahkan “qwerty”.
NCSC berkolaborasi dengan pakar keamanan online Australia, Troy Hunt. Dirinya dikenal dengan situs Have I Been Pwned guna mempelajari lebih lanjut tentang jenis-jenis password yang digunakan beberapa orang untuk melindungi akun mereka.
- Biznet Perkuat Infrastruktur Digital, Festival Surabaya 2026 Jadi Strategi Dekatkan Teknologi ke Masyarakat
- MyRepublic Air Lolos Uji Operasi, Siap Ekspansi ke 90 Kota dengan Internet 5G Unlimited
- MyRepublic Air Jadi Salah Satu Benchmark Penerapan FWA di Asia Tenggara
- Bnetfit Siapkan Ekspansi dan Sasar Peran Sentral dalam Ekosistem Digital Nasional di Roadmap 2026
Kamu dapat menjelajahi database Hunt untuk menemukan berapa kali password sederhana muncul di daftar akun yang terperangkap dalam pelanggaran keamanan. Misalnya masukkan “123456” dan kamu akan melihat password tersebut telah muncul dalam pelanggaran data lebih dari 23 juta kali.








