Ini alasan Aquaman 2 alami penundaan

Setelah mengalami penundaan produksi, kini produser Aquaman, Peter Safran menjelaskan alasan di balik hal tersebut.

Ini alasan Aquaman  2 alami penundaan Source: YouTube

Belum lama ini telah dikabarkan bahwa sekuel Aquaman sedang dalam proses penggarapan. Namun, kabar terbaru justru bahwa Aquaman 2 mengalami penundaan produksi. Kini produser Aquaman menjelaskan alasan penundaan tersebut.

Dilansir dari Comicbook (5/3), Peter Safran menjelaskan alasan penundaan Aquaman 2 karena tidak ingin tergesa-gesa menggarapnya dan memberikan jeda dari film yang pertama. Kemudian kepala DC Films Walter Hamada dan sutradara James Wan mengambil keputusan untuk menunda penggarapan Aquaman 2 dan merencanakan sekuel ini tayang pada 16 Desember 2022 mendatang.


BACA JUGA

Men in Black terbaru diperkirakan raup USD40 juta pada debutnya

Star Wars: Knight of the Old Republic bakal digarap jadi film

Netflix bakal adaptasi novel Hello, Universe


"Hamada, saya, dan James Wan selalu berbagi filosofi yang sama yaitu ingin melakukannya dengan benar. Sehingga kami tidak ingin melakukannya dengan cepat dan kami hanya ingin melakukannya dengan benar," kata Safran.

Sementara penundaan tersebut menjadi ide yang bagus, mengingat Aquaman sebelumnya menjadi film dengan pendapatan terbesar di DC di box office. Jadi, tampaknya para tim benar-benar ingin menggarap sekuel Aquaman dengan sempurna.

Di sisi lain, Safran juga turut mengkonfirmasi bahwa Aquaman 2 tidak akan kembali membawa Arthur Curry (Jason Momoa) dan Mera (Amber Heard). Melainkan mereka berencana untuk mengisahkan cerita lainnya dalam alam semesta tersebut.

"Kami benar-benar mengambil satu halaman dari buku pedoman Conjuring kami, yaitu menjadikan Aquaman sebagai induk cerita. Tetapi ada begitu banyak kisah hebat untuk diceritakan di dalam alam semesta itu sendiri, termasuk alam semesta Atlantis," kata Safran.

Sebelumnya Aquaman menjadi film DC terbesar yang pernah ada di box office. Bahkan Aquaman berhasil menyalip The Dark Knight Rises, setelah mengambil keuntungan lebih dari USD1,09 miliar.

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: