Wealth Management Asia Perlu Strategi Baru Data dan AI untuk Hadapi Tuntutan Regulasi dan Nasabah

Oleh: Tek ID - Rabu, 11 Maret 2026 18:30

Wealth management di Asia membutuhkan strategi baru berbasis data dan AI untuk menghadapi tuntutan personalisasi layanan dan regulasi yang makin ketat.

Industri wealth management di Asia dinilai membutuhkan pendekatan baru dalam mengelola data dan kecerdasan buatan (AI) agar mampu menjawab tuntutan nasabah yang semakin kompleks sekaligus memenuhi standar regulasi yang semakin ketat.

Perkembangan teknologi mendorong lembaga keuangan untuk menghadirkan layanan yang lebih personal, analisis real-time, serta pengalaman digital yang mulus bagi nasabah. Namun di sisi lain, regulator di berbagai negara juga memperketat standar penerapan AI yang bertanggung jawab.

Di Singapura, misalnya, Monetary Authority of Singapore meningkatkan standar transparansi dan akuntabilitas penggunaan AI di sektor keuangan. Sementara di Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga mendorong perbankan memanfaatkan AI untuk mempercepat transformasi digital dengan tetap menjunjung tinggi prinsip etika, keamanan, dan kepatuhan regulasi.

Country Manager Indonesia Cloudera Sherlie Karnidta mengatakan kondisi tersebut menciptakan tantangan ganda bagi institusi keuangan.

“Institusi keuangan di Asia berada di garis depan dalam pengadopsian AI. Khusus di sektor Wealth Management, lajunya bahkan lebih terasa. Nasabah kini menuntut layanan yang semakin personal, insight secara real-time, dan interaksi digital yang mulus tanpa hambatan,” tulis Sherlie Karnidta dalam keterangannya.