Ketahanan Telekomunikasi di Era AI Bergantung pada Tata Kelola Data dan Jaringan Cerdas
Cloudera menilai ketahanan telekomunikasi masa depan akan bergantung pada AI, tata kelola data, dan jaringan cerdas.
Perkembangan kecerdasan buatan (AI) dinilai akan menjadi penentu utama ketahanan industri telekomunikasi di masa depan.
Seiring jaringan telekomunikasi semakin cerdas dan terdistribusi, operator kini menghadapi tantangan baru dalam menjaga keamanan data, stabilitas layanan, hingga tata kelola AI dalam skala besar.
Menurut Athul Prasad, Global Director AI Industry Solutions Telco, Media & Entertainment Cloudera, ketahanan telekomunikasi saat ini tidak lagi sekadar memastikan jaringan tetap beroperasi, tetapi juga bagaimana operator mampu mengelola data, AI, dan infrastruktur yang semakin kompleks secara aman dan tepercaya.
“Ketahanan kini harus dibangun di setiap lapisan konektivitas, mulai dari jaringan terestrial dan kabel bawah laut hingga satelit dan pusat data,” ujar Athul dalam keterangannya.
Ia menyoroti pesatnya pertumbuhan trafik data global yang dipicu adopsi 5G, cloud computing, hingga AI. Berdasarkan proyeksi Ericsson, trafik data seluler global diperkirakan mencapai 280 exabyte per bulan pada 2030, sementara jumlah pelanggan 5G diproyeksikan menyentuh 6,3 miliar pengguna.