Lima Kekuatan yang Membentuk Arah AI di Asia Pasifik pada 2026
AI di Asia Pasifik pada 2026 akan ditentukan oleh model yang tepat guna, hybrid cloud, tata kelola kuat, dan penguatan talenta digital.
Organisasi di kawasan Asia Pasifik memasuki 2026 dengan pendekatan yang semakin matang terhadap kecerdasan buatan (AI).
Jika pada tahun-tahun sebelumnya AI masih berada pada fase eksperimen, kini perusahaan mulai berfokus pada bagaimana teknologi tersebut dioperasionalkan secara bertanggung jawab, berskala besar, dan menghasilkan dampak bisnis yang terukur.
Integrasi AI pun tidak lagi bersifat tambahan, melainkan ditempatkan sebagai bagian inti dari platform digital perusahaan.
Country Manager Indonesia Red Hat Vony Tjiu mengatakan, pergeseran ini menandai era baru AI yang lebih praktis dan terarah.
Menurutnya, organisasi di Asia Pasifik menginginkan sistem AI yang dirancang sesuai dengan kebutuhan industri, data, dan realitas operasional masing-masing, sekaligus fleksibel untuk dijalankan di lingkungan on-premise, cloud, maupun edge.