Belanja AI Global Melonjak 44 Persen, Fokus Bergeser dari Eksperimen ke Profitabilitas
Investasi AI global diproyeksi mencapai Rp45.100 triliun pada 2026. Fokus perusahaan kini bergeser ke ROI, tata kelola, dan kepercayaan.
Lonjakan investasi kecerdasan buatan (AI) global yang diproyeksikan mencapai 2,52 triliun dolar AS atau sekitar Rp45.100 triliun pada 2026 menandai dimulainya fase baru dalam perkembangan teknologi tersebut.
Jika dalam dua tahun terakhir perusahaan berlomba menjadi yang tercepat mengadopsi AI, kini fokus mulai bergeser pada kemampuan menghasilkan nilai bisnis yang nyata, menjaga tata kelola, serta memastikan keberlanjutan investasi.
Chief Business Officer and General Manager of Applied AI Cloudera, Abhas Ricky mengatakan era yang hanya berfokus pada akses terhadap model AI tercanggih mulai berakhir dan digantikan oleh tuntutan efisiensi, kontrol, serta kepercayaan.
“Fokus tekanan kini telah bergeser, bukan lagi tentang seberapa cepat korporasi dapat meluncurkan uji coba sistem AI, melainkan apakah mereka mampu menjaga keberlanjutannya, punya tata kelola, serta memitigasi risiko di fase produksi,” kata Abhas dalam keterangannya.
Data Gartner menunjukkan belanja AI global diperkirakan mencapai 2,52 triliun dolar AS atau sekitar Rp45.100 triliun pada 2026, meningkat 44 persen dibandingkan tahun sebelumnya.