Ancaman Kuantum hingga API AI Jadi Alarm Keamanan Siber Asia Pasifik di 2026

Oleh: Tek ID - Senin, 05 Januari 2026 18:58

Keamanan siber Asia Pasifik memasuki fase krusial 2026, dari ancaman kuantum, API AI, hingga tuntutan ketahanan digital perusahaan.

Kawasan Asia Pasifik diperkirakan memasuki fase krusial keamanan siber pada 2026, seiring pesatnya adopsi kecerdasan buatan (AI) dan ekspansi ekonomi digital. 

F5 menilai, keamanan tak lagi cukup ditempatkan sebagai lapisan pelindung tambahan, melainkan harus terintegrasi sejak awal dalam arsitektur dan keputusan strategis digital.

Country Manager F5 Indonesia Surung Sinamo menyebut setidaknya ada empat kekuatan utama yang akan membentuk lanskap keamanan siber kawasan ini, mulai dari kesiapan menghadapi era pasca-kuantum, kerentanan API di tengah lonjakan AI agentik, pembangunan infrastruktur sovereign AI, hingga tuntutan baru terhadap ketahanan digital perusahaan.

“Keamanan harus diintegrasikan langsung ke dalam sistem, arsitektur, dan keputusan yang akan menentukan pertumbuhan digital babak selanjutnya di kawasan ini,” kata Surung dalam keterangan tertulisnya.

Ancaman komputasi kuantum yang selama ini dianggap sebagai risiko jangka panjang kini dinilai semakin dekat. Sejumlah negara di Asia Pasifik mulai melakukan uji coba keamanan pasca-kuantum, termasuk Singapura dan Jepang.