53% Perusahaan Gunakan OS Usang, Riset Jamf Ungkap Risiko Keamanan yang Terabaikan
Riset Jamf: 53% perusahaan masih gunakan OS usang, meningkatkan risiko keamanan data akibat celah aplikasi dan phishing.
Penggunaan sistem operasi (OS) dan aplikasi yang tidak diperbarui masih menjadi celah besar dalam keamanan siber perusahaan.
Riset terbaru dari Jamf mengungkap lebih dari separuh organisasi masih mengoperasikan perangkat dengan sistem yang sudah usang, sehingga berpotensi membuka pintu bagi serangan siber.
Dikutip dari TechRadar, dalam laporan tersebut, sebanyak 53% organisasi diketahui memiliki perangkat mobile dengan OS yang sudah tidak mutakhir, sementara 58% masih menjalankan perangkat berbasis macOS versi lama.
Kondisi ini diperparah oleh kerentanan pada aplikasi, di mana 95% aplikasi mobile yang dianalisis memiliki setidaknya satu celah keamanan tingkat menengah.
Tak hanya itu, sekitar 62% aplikasi mobile juga meminta izin akses yang berisiko, dan 21% di antaranya menunjukkan perilaku yang berpotensi mengganggu privasi pengguna.