5 Faktor yang Mengubah Lanskap Teknologi Asia-Pasifik di 2026

Oleh: Tek ID - Selasa, 06 Januari 2026 18:40

Perusahaan Asia-Pasifik didorong beralih ke teknologi terbuka, zero trust, edge, dan AI demi ketahanan bisnis di 2026.

Perusahaan-perusahaan di kawasan Asia-Pasifik menghadapi tekanan besar untuk melakukan transformasi teknologi di 2026. 

Ketergantungan pada solusi tertutup dari satu vendor dinilai semakin berisiko, baik dari sisi keberlanjutan bisnis maupun daya saing jangka panjang.

Head of Solution Architecture Asia-Pasifik SUSE, Peter Lees menyoroti lima faktor utama yang dinilai akan mengubah lanskap teknologi di kawasan ini, mulai dari kedaulatan digital hingga adopsi infrastruktur berbasis kecerdasan buatan (AI).

Menurut Lees, perusahaan kini berada pada persimpangan penting, yaitu bertahan dengan sistem lama yang terlihat aman namun rapuh, atau beralih ke pendekatan teknologi yang lebih terbuka dan adaptif untuk menghadapi tantangan masa depan.

“Bergantung pada solusi tertutup dari satu vendor bukan hanya berisiko secara finansial, tetapi juga dapat menjadi ancaman serius bagi kelangsungan bisnis dan keunggulan kompetitif perusahaan,” ujar Lees dalam keterangan tertulisnya.