Tips aman menggunakan layanan cloud
Tidak ada cloud yang 100 persen aman, tapi kita bisa terus meminimalisir ancaman keamanannya
Kata cloud memang sudah tidak asing lagi di telinga kita. Sadar atau tidak sadar, layanan cloud sudah menjadi kebutuhan dan merupakan bagian dari kehidupan modern. Layanan mulai dari email, penyimpanan cloud, hingga aplikasi berbasis cloud memang sudah tidak bisa dilepaskan dari kegiatan digital. Bahkan smartphone pun membutuhkan email agar bisa berfungsi sepenuhnya.
Namun apakah cloud aman? Apakah berbagai layanan berbasis internet yang sering digunakan oleh kita benar-benar bisa menjaga data agar tidak bisa diakses dan dicuri oleh orang lain? Sayangnya menurut Territory Channel Manager Kaspersky Lab, Indonesia, Dony Koesmandarin, tidak ada layanan cloud yang aman.
"Enggak ada yang aman 100 persen, semua punya risiko diretas. Tapi apakah kita bisa hidup tanpa cloud? Enggak kan," kata Dony. "Itu mengapa kita harus tahu bagaimana cara mengamankan akun dan data kita yang ada di layanan cloud."
Menurut data dari Kaspersky Lab, sebagian besar kasus peretasan layanan cloud disebabkan oleh akses asing (unauthorized access) yaitu sebanyak 61 persen. Selain itu pembajakan layanan dan trafik merupakan penyebab kedua terbesar peretasan layanan cloud yaitu sebesar 51 persen. Penyebab lainnya adalah sistem API layanan cloud yang tidak aman (43 persen), dan kesalahan pengguna yang sering berbagi akses (42 persen).
Lalu adakah cara untuk menghindar dari peretasan cloud? Dony menyarankan kepada semua pengguna layanan cloud untuk memperhatikan hal-hal berikut ini: