Sony akan tutup pabrik audio

Oleh: Erlan - Selasa, 08 Desember 2020 08:09

Penutupan ini akan memengaruhi mata pencaharian di sekitarnya dan mengakhiri jangka waktu 3 dekade (sejak 1988).

Pertama kali didirikan, Sony dimulai sebagai bengkel radio di Tokyo, Jepang. Kala itu, perusahaan ini sangat sukses dalam kategori audio sebelum merambah ke produk elektronik konsumen lainnya. Namun belum lama ini ada sebuah laporan yang mengatakan bahwa mereka berencana untuk menutup pabrik audio di Malaysia.

Sony akan menggabungkan dua pabrik di Malaysia pada September 2021, dan menutup salah satu pabrik tersebut pada Maret 2022, sebagaimana dilaporkan oleh Nikkei Asia. Tepatnya, Sony akan menutup pabrik produk audio di Negara Bagian Penang dan memindahkannya ke Kuala Lumpur. Pabrik audio tersebut terutama membuat headphone dan perlengkapan audio rumah lainnya.

Dilansir dari Gizmochina (8/12), perkembangan baru ini dilaporkan sebagai dari proses rasionalisasi dan peninjauan Sony. Sebagai informasi, Sony adalah salah satu merek teratas dalam solusi gambar (sensor kamera), audio (headphone, speaker, dll) dan ponsel pintar. Bahkan, sensor kamera perusahaan tersebut secara luas lebih disukai oleh banyak vendor. Pada Maret lalu, mereka menggabungkan solusi gambar, audio, dan komunikasi mobile ke dalam Sony Electronics Corporation.

Selanjutnya, produksi audio akan dilanjutkan dari pabrik pembuatan TV di Kuala Lumpur. Akibat dari penggabungan ini, banyak dari 3.600 karyawan di pabrik lama (Penang) kemungkinan akan diberhentikan. Performa perusahaan yang kurang baik (penurunanya 23%) pada tahun 2020-2021 di segmen elektronik karena Covid-19 juga menjadi alasan penggabungan pabrik Sony.

Selain menambah persaingan, keputusan ini juga bisa karena produknya tidak meraup angka besar. Selain itu, laporan sebelumnya pada Maret mengatakan bahwa produksi sensor gambar CMOS tidak terpengaruh oleh pandemi. Prediksi laba operasi akhir tahun Sony (Maret 2021) di bidang elektronik adalah 67 miliar yen (Rp9,1 triliun).