×
Kanal
    • partner tek.id realme
    • partner tek.id samsung
    • partner tek.id acer
    • partner tek.id wd
    • partner tek.id wd
    • partner tek.id wd
    • partner tek.id wd

Sebelum Beli Mac Baru, Kenali Dulu Bedanya Mac mini dan Mac Studio

Oleh: Dhanisa Julia Putri - Kamis, 27 Agustus 2026 17:55

Mac mini menjadi pilihan yang lebih terjangkau untuk pengguna yang membutuhkan komputer desktop berukuran ringkas.

Kenali Bedanya Mac mini dan Mac Studio Penggunaan Mac Mini. dok. Aplle

Apple baru saja memperbarui dua lini komputer desktopnya, Mac mini dan Mac Studio. Keduanya kini dibekali chip generasi terbaru yang jauh lebih bertenaga dari pendahulunya. 

Meski tampilan luarnya tidak banyak berubah, lonjakan performa di dalamnya cukup signifikan. 

Sebelum membeli salah satunya, ada baiknya memahami terlebih dahulu perbedaan mendasar keduanya, supaya uang yang dikeluarkan sepadan dengan kebutuhan.

Secara garis besar, keduanya sama-sama komputer desktop yang perlu disambungkan ke monitor, keyboard, dan mouse sendiri dan tidak ada satu pun aksesori itu yang disertakan dalam paket penjualan. 

Perbedaan sesungguhnya ada di seberapa besar tenaga yang dibutuhkan dan seberapa besar juga uang yang dikeluarkan (harga).

Mac mini menjadi pilihan yang lebih terjangkau untuk pengguna yang membutuhkan komputer desktop berukuran ringkas. 

Perangkat ini memiliki tinggi sekitar 2 inci sehingga dapat ditempatkan di ruang terbatas, tetapi tetap mampu menangani berbagai pekerjaan sehari-hari, termasuk pengeditan video dasar.

Model dasar Mac mini menggunakan chip M6 dengan CPU 12-core dan GPU 12-core, serta dilengkapi RAM 16GB dan penyimpanan 256GB. Kapasitas tersebut dapat ditingkatkan sesuai kebutuhan pengguna.

Mac mini juga tersedia dengan chip M5 Pro untuk pengguna yang membutuhkan performa lebih tinggi. Konfigurasinya dapat mencapai CPU 18-core, GPU 16-core, RAM 64GB, dan SSD 8TB. 

Dengan kemampuan tersebut, Mac mini dapat digunakan untuk pekerjaan profesional seperti pemrograman dan grafis 3D.

Mac Studio berada di kelas berbeda, baik dari ukuran maupun kemampuannya. Dengan tinggi 3,7 inci dan bobot lebih dari 2,7 kilogram, perangkat ini dibekali chip M5 Max dengan CPU 18 inti dan GPU 32 inti pada model dasarnya. 

Cukup untuk pekerjaan berat seperti pelatihan model AI hingga gaming dengan tuntutan grafis tinggi.

Bagi yang membutuhkan performa maksimal, tersedia varian chip M5 Ultra, gabungan dua chip M5 Max yang menghasilkan hingga 36 inti CPU dan 80 inti GPU, dengan opsi RAM hingga 512GB dan SSD hingga 16TB. Spesifikasi ini ditujukan untuk studio produksi, insinyur, dan ilmuwan data.

Dari sisi konektivitas, Mac Studio juga lebih unggul dengan empat port Thunderbolt 5 (hingga 120 Gbps), Ethernet 10Gb, HDMI, jack headphone, dua USB-A, dan dua USB-C tambahan di bagian depan. 

Mac mini tetap memiliki port yang memadai, hanya lebih sedikit yaitu kehilangan satu Thunderbolt dan kedua USB-A.

Pilihan antara keduanya kembali pada jenis pekerjaan yang dilakukan sehari-hari. Mac mini, meski kini dibanderol mulai 899 dolar AS (sekitar Rp14 jutaan, belum termasuk pajak dan bea masuk di Indonesia), tetap menjadi pilihan yang paling masuk akal untuk kebutuhan umum, termasuk sebagian besar pekerjaan kreatif dan profesional ringan.

Sementara itu, Mac Studio yang dibanderol mulai 2.499 dolar AS (sekitar Rp40 jutaan) lebih ditujukan bagi segelintir pengguna dengan beban kerja ekstrem, seperti produksi video skala studio, pengembangan model machine learning, atau riset yang menuntut daya komputasi tinggi. Bagi kebanyakan pengguna, spesifikasi setinggi itu belum tentu diperlukan.

×
back to top