×
Kanal
    • partner tek.id realme
    • partner tek.id samsung
    • partner tek.id acer
    • partner tek.id wd
    • partner tek.id wd
    • partner tek.id wd
    • partner tek.id wd

Dyson Luncurkan CameraJet, Sikat Gigi dengan Kamera dan AI

Oleh: Tek ID - Selasa, 01 September 2026 20:30

Dyson meluncurkan CameraJet, sikat gigi berkamera dan AI yang mendeteksi celah antargigi lalu menyemprotkan cairan secara otomatis.

Dyson Luncurkan CameraJet, Sikat Gigi dengan Kamera dan AI Dyson CameraJet. dok. Dyson

Dyson memperluas portofolio produknya ke kategori perawatan mulut dengan memperkenalkan CameraJet, sikat gigi elektrik yang dilengkapi kamera dan teknologi berbasis machine learning untuk mendeteksi celah di antara gigi.

Diperkenalkan James Dyson di Paris pada 1 September 2026, CameraJet menggabungkan fungsi menyikat gigi dan water flossing dalam satu perangkat. 

Kamera pada sikat gigi dapat mengidentifikasi celah antargigi dan secara otomatis mengarahkan semburan cairan ke area tersebut ketika pengguna sedang menyikat gigi.

Teknologi ini menjadi bagian dari Gap Optical Targeting yang dikembangkan Dyson. Sistem menggunakan kamera berlensa makro 100.000 piksel untuk memindai 28 gambar per detik secara langsung.

Algoritma machine learning kemudian mengidentifikasi, melacak, dan memprediksi posisi celah antargigi. 

Dyson mengklaim sistem dapat mendeteksi celah dan memicu semburan cairan dalam waktu 100 milidetik setelah kamera melihat area tersebut.

Sistem tersebut berjalan menggunakan 16 juta baris kode dan model machine learning yang dilatih menggunakan 470.000 gambar dental selama proses pengembangan.

Dyson menyebut CameraJet merupakan hasil riset, pengembangan, dan rekayasa selama enam tahun untuk mempelajari berbagai aspek perawatan mulut konvensional.

Salah satu masalah yang coba diatasi adalah rendahnya kebiasaan melakukan flossing. 

Dyson menyebut sembilan dari 10 orang tidak melakukan flossing sesering yang direkomendasikan, sementara rata-rata orang hanya menghabiskan 45 detik untuk menyikat gigi, jauh di bawah rekomendasi dua menit.

“Flossing merupakan aktivitas yang merepotkan dan memakan waktu. Hanya sedikit dari kita yang melakukannya meskipun tahu bahwa flossing itu penting,” ujar Founder dan Chief Engineer Dyson, James Dyson.

“Kami ingin memecahkan tiga masalah mendasar: bagaimana melihat celah tersebut, menghilangkan plak, dan meningkatkan performa pembersihan saat menyikat gigi,” imbuhnya.

Menurut Dyson, kombinasi kamera, machine learning, teknologi dinamika fluida, sistem penyikatan, konektivitas, dan Wi-Fi memungkinkan CameraJet mengintegrasikan sejumlah tahapan perawatan mulut ke dalam satu perangkat.

Berbeda dengan water flosser yang umumnya menggunakan semburan berbentuk seperti jarum, CameraJet menggunakan conical jet atau semprotan dengan pola berbentuk kerucut.

Dyson mengembangkan sistem tersebut untuk memperluas area yang terkena semprotan sekaligus menggunakan tekanan lebih rendah. 

Dyson mengklaim pendekatan itu mampu membantu menghilangkan plak dengan tetap lebih lembut terhadap gusi dan enamel.

Pengujian sistem tersebut dilakukan menggunakan proxy plaque yang dikembangkan Dyson melalui kolaborasi selama lima tahun dengan Faculty of Dentistry, National University of Singapore.

Cairan untuk water flossing disimpan dalam tangki berkapasitas 12,5 ml.

Sistem yang disebut Anti-Gravity Tank menggunakan pompa diafragma dan ruang tekanan untuk menjaga aliran cairan ketika sikat digunakan dalam posisi tegak, miring maupun horizontal.

Fungsi tersebut menjadi penting ketika pengguna membersihkan bagian belakang gigi karena posisi sikat tidak selalu tegak.

CameraJet juga menggunakan kepala sikat Dual Bristle dengan dua karakter bulu berbeda.

Bulu bagian dalam dibuat sedikit lebih kaku untuk membantu membersihkan noda permukaan, sedangkan bagian luar menggunakan bulu yang lebih halus untuk membersihkan area sepanjang garis gusi.

Setiap kepala sikat dibekali tag RFID yang dapat mengenali kepala sikat yang terpasang, menghitung jumlah sesi pembersihan, serta memberi tahu pengguna ketika kepala sikat perlu diganti.

Dyson turut mengembangkan Variable Sonic Oscillation. 

Teknologi ini mengubah sudut osilasi ketika pengguna menyikat gigi untuk menjaga bulu sikat tetap bergerak, termasuk ketika berada pada area yang sulit dijangkau.

Berdasarkan pengujian eksternal yang dikutip Dyson, sistem Variable Sonic Oscillation diklaim mampu menghilangkan hingga 69 persen lebih banyak plak pada area sulit dijangkau dibandingkan sikat gigi elektrik premium terkemuka yang menjadi pembanding dalam pengujian tersebut.

Kamera pada CameraJet tidak hanya digunakan sistem AI untuk mendeteksi celah antargigi. Pengguna juga dapat melihat gambar dari kamera melalui aplikasi MyDyson.

Perangkat mendukung koneksi Wi-Fi 2,4 GHz dan Bluetooth. Melalui fitur live viewing, pengguna dapat melihat area dalam mulut yang ditangkap kamera secara langsung melalui ponsel.

Dyson menyatakan kamera hanya aktif ketika pengguna menjalankan live viewing atau fitur auto-jetting. Gambar tidak direkam maupun disimpan di perangkat atau layanan cloud.

Aplikasi MyDyson juga menyediakan panduan membersihkan gigi, informasi mengenai kebiasaan menyikat dan flossing, pemetaan cakupan pembersihan, serta umpan balik yang dipersonalisasi.

Pengguna dapat memilih mode auto-detect atau mengaktifkan semburan cairan secara manual serta menyesuaikan intensitas penyikatan.

Untuk mendukung sistem kamera, Dyson turut mengembangkan pasta gigi tanpa busa yang diformulasikan tanpa SLS. 

Tujuannya agar busa tidak menghalangi pandangan kamera ketika Gap Optical Targeting bekerja.

Dyson juga menyiapkan cairan pembersih mulut rendah busa untuk digunakan bersama sistem precision jet.

Pasta gigi dan cairan pembersih tersebut mengandung sodium fluoride serta tersedia dalam beberapa varian. 

Cairan pembersih mulut dan pasta gigi ditawarkan dalam rasa Ginger Mint dan Spearmint, sementara tersedia Peppermint Sensitive untuk pengguna dengan gigi sensitif.

Dyson juga menyediakan docking station untuk mengisi ulang cairan dan daya perangkat. Menurut perusahaan, proses pengisian ulang cairan dapat dilakukan dengan menekan satu tombol selama tiga detik.

CameraJet turut dilengkapi travel case untuk memudahkan perangkat dibawa bepergian.

Meski telah diperkenalkan secara global di Paris, Dyson belum mengumumkan tanggal peluncuran maupun harga CameraJet dan Dyson Dental System untuk pasar Indonesia. 

Tag

Tagar Terkait

×
back to top