Beli Chromebook Sekarang atau Tunggu Googlebook? Ini Perbedaannya
Googlebook segera hadir sebagai laptop premium Google. Simak perbedaannya dengan Chromebook dan mana yang lebih layak dibeli pada 2026.
Googlebook. dok. Google Blog
Google tengah menyiapkan kategori laptop baru bernama Googlebook yang diposisikan sebagai perangkat premium dengan kemampuan lebih tinggi dibandingkan Chromebook.
Kehadirannya memunculkan pertanyaan bagi calon pembeli: lebih baik membeli Chromebook sekarang atau menunggu Googlebook?
Google memang belum banyak mengungkap informasi baru mengenai Googlebook sejak perangkat tersebut diperkenalkan pada Mei 2026. Namun, berdasarkan informasi yang beredar, Googlebook tidak disiapkan untuk menggantikan Chromebook.
Dikutip dari TechRadar, Chromebook dengan ChromeOS akan tetap dipasarkan berdampingan dengan Googlebook. Perbedaan utamanya terletak pada segmen pengguna.
- Google Luncurkan Preferred Sources untuk Bantu Publisher Hadapi AI Search
- Cara Menonaktifkan Gemini dan Mengembalikan Google Assistant di Ponsel Android
- Google Sewa 110.000 GPU Nvidia dari SpaceX, Bayar Rp16 Triliun per Bulan
- Google Luncurkan Dreambeans, Aplikasi AI yang Ubah Aktivitas Pengguna Jadi Cerita Bergaya Kartun
Chromebook tetap menjadi pilihan untuk kebutuhan komputasi sehari-hari, sementara Googlebook diarahkan ke kelas lebih tinggi dengan performa dan kemampuan perangkat lunak yang lebih luas.
Karena itu, pengguna yang membutuhkan laptop untuk menjelajah internet, mengakses email, menonton video, mengolah dokumen, dan pekerjaan ringan lainnya tidak harus menunggu Googlebook.
Chromebook masih menawarkan kemampuan yang memadai dengan harga yang relatif lebih terjangkau.
Google belum mengumumkan harga resmi Googlebook. Namun, bocoran yang beredar mengindikasikan sejumlah model dapat dipasarkan dengan harga lebih dari 1.000 dolar AS atau sekitar Rp17 juta.
Harga premium itu diperkirakan sejalan dengan kemampuan yang ditawarkan. Googlebook diarahkan untuk menangani pekerjaan yang lebih berat dibandingkan Chromebook, termasuk menjalankan aplikasi yang selama ini sulit atau tidak dapat digunakan secara penuh pada ChromeOS.
Salah satu bocoran bahkan memperlihatkan Adobe Premiere Pro berjalan pada perangkat tersebut. Jika terealisasi pada produk final, kemampuan itu akan membuat Googlebook lebih menarik bagi kreator maupun pengguna profesional yang membutuhkan aplikasi desktop dengan beban kerja lebih tinggi.
Googlebook juga disebut mampu menjalankan aplikasi Android secara native. Integrasi dengan perangkat Android diperkirakan menjadi salah satu daya tariknya, termasuk kemungkinan hadirnya fitur yang memungkinkan aktivitas berpindah antara smartphone dan laptop dengan lebih mudah.
Kemampuan kecerdasan buatan juga diperkirakan menjadi bagian penting dari Googlebook. Gemini dan berbagai fitur AI kemungkinan akan mendapatkan integrasi lebih dalam, meski kemampuan finalnya masih harus menunggu pengumuman resmi Google.
Perbedaan tersebut pada akhirnya menciptakan dua kelas laptop dalam ekosistem Google. Chromebook berada pada kelas dasar hingga menengah, sedangkan Googlebook ditempatkan sebagai perangkat premium dengan performa lebih tinggi.
Bagi pengguna yang sejak awal mengincar Chromebook karena harganya terjangkau dan hanya membutuhkan laptop untuk aktivitas sehari-hari, membeli Chromebook sekarang masih masuk akal.
Menunggu Googlebook belum tentu memberikan keuntungan karena perangkat baru tersebut menyasar kebutuhan dan kemungkinan rentang harga berbeda.
Sebaliknya, pengguna yang membutuhkan performa lebih tinggi, ingin menjalankan aplikasi profesional, tertarik dengan integrasi Android yang lebih dalam, dan membutuhkan kemampuan AI lebih luas dapat mempertimbangkan menunggu Googlebook.
Namun, ada satu risiko yang perlu diperhitungkan. Sebagai kategori perangkat dan platform baru, Googlebook berpotensi menghadapi persoalan yang lazim dialami produk generasi pertama, mulai dari bug, masalah kompatibilitas hingga aplikasi Android yang belum sepenuhnya optimal.
Karena itu, pengguna yang mengutamakan kestabilan dan tidak membutuhkan kemampuan tambahan Googlebook tidak memiliki alasan kuat untuk menunda membeli Chromebook.
Sementara bagi power user yang menginginkan perangkat premium dalam ekosistem Google, menunggu hingga spesifikasi, harga, dan kemampuan Googlebook diumumkan secara resmi menjadi pilihan lebih masuk akal.









