5 mitos seputar kesehatan mental di bulan Ramadan dalam era digital
Bagi mereka yang tidak memiliki keluarga atau teman yang dekat, bulan Ramadan bisa menjadi periode yang sulit.
Dalam bulan Ramadan yang penuh berkah ini, di tengah keramaian persiapan sahur dan berbuka, seringkali kita lupa bahwa bagi sebagian orang, bulan suci ini justru menjadi momen kesepian yang mendalam. Kesepian di bulan Ramadan bukanlah hal yang baru, namun dengan semakin terhubungnya dunia melalui teknologi digital, kesepian tersebut dapat terasa lebih intens.
Di tengah semaraknya ibadah dan kebersamaan antar-sesama, banyak individu yang merasa terisolasi dan kesepian. Dikutip dari productivemuslim.com (18/3), bagi mereka yang tidak memiliki keluarga atau teman yang dekat, bulan Ramadan bisa menjadi periode yang sulit, di mana mereka merasa terpinggirkan dari kebersamaan dan dukungan sosial.
Masalah kesehatan mental juga bisa muncul pada bulan Ramadan. Mitos seputar kesehatan mental, seperti anggapan bahwa masalah kesehatan mental adalah tanda kebodohan atau bahwa orang dengan gangguan kesehatan mental tidak bisa bekerja, dapat meningkatkan rasa kesepian dan mengisolasi individu yang mengalaminya.
Berikut ini adalah 5 mispersepsi umum seputar kesehatan mental dikutip dari medicalnewstoday.com (18/3)