×
Kanal
    • partner tek.id realme
    • partner tek.id samsung
    • partner tek.id acer
    • partner tek.id wd
    • partner tek.id wd
    • partner tek.id wd
    • partner tek.id wd

5 mitos seputar kesehatan mental di bulan Ramadan dalam era digital

Oleh: Lysti Rahma - Senin, 18 Maret 2024 17:05

Bagi mereka yang tidak memiliki keluarga atau teman yang dekat, bulan Ramadan bisa menjadi periode yang sulit.

5 mitos seputar kesehatan mental di bulan Ramadan

Dalam bulan Ramadan yang penuh berkah ini, di tengah keramaian persiapan sahur dan berbuka, seringkali kita lupa bahwa bagi sebagian orang, bulan suci ini justru menjadi momen kesepian yang mendalam. Kesepian di bulan Ramadan bukanlah hal yang baru, namun dengan semakin terhubungnya dunia melalui teknologi digital, kesepian tersebut dapat terasa lebih intens.

Di tengah semaraknya ibadah dan kebersamaan antar-sesama, banyak individu yang merasa terisolasi dan kesepian. Dikutip dari productivemuslim.com (18/3), bagi mereka yang tidak memiliki keluarga atau teman yang dekat, bulan Ramadan bisa menjadi periode yang sulit, di mana mereka merasa terpinggirkan dari kebersamaan dan dukungan sosial.

Masalah kesehatan mental juga bisa muncul pada bulan Ramadan. Mitos seputar kesehatan mental, seperti anggapan bahwa masalah kesehatan mental adalah tanda kebodohan atau bahwa orang dengan gangguan kesehatan mental tidak bisa bekerja, dapat meningkatkan rasa kesepian dan mengisolasi individu yang mengalaminya.

Berikut ini adalah 5 mispersepsi umum seputar kesehatan mental dikutip dari medicalnewstoday.com (18/3)

 

1. Masalah kesehatan mental jarang terjadi

Sebelum pandemi COVID-19, anggapan bahwa masalah kesehatan mental jarang terjadi sudah tidak akurat. Saat ini, jumlah individu yang mengalami gangguan mental semakin meningkat. Menurut data dari Organisasi Kesehatan Dunia, diperkirakan bahwa 1 dari 4 orang di dunia akan mengalami gangguan mental atau neurologis pada suatu saat dalam hidup mereka.

 

2. Serangan panik bisa fatal

Meskipun serangan panik dapat menyebabkan ketidaknyamanan, namun serangan panik tidak dapat menyebabkan kematian secara langsung. Individu yang mengalami serangan panik mungkin lebih rentan terhadap kecelakaan. Oleh karena itu, penting untuk mencari tempat yang aman saat mengalami serangan panik untuk mengurangi risiko tersebut.

 

3. Orang dengan gangguan kesehatan mental tidak bisa bekerja

Ini adalah mitos yang sudah sangat usang. Sebagian besar orang dengan gangguan kesehatan mental bisa menjadi anggota produktif dalam angkatan kerja. Meskipun seorang dengan kondisi kesehatan mental yang parah mungkin memerlukan dukungan tambahan, banyak dari mereka masih mampu menjalankan pekerjaan dengan baik.

 

4. Masalah kesehatan mental adalah tanda kebodohan

Ini adalah pandangan yang sangat keliru. Gangguan kesehatan mental adalah penyakit yang serius dan tidak ada hubungannya dengan kelemahan karakter. Melawan kondisi kesehatan mental membutuhkan kekuatan dan dedikasi yang besar.

 

5. Hanya orang tanpa teman yang membutuhkan terapis

Ini adalah pandangan yang tidak benar. Terapis yang terlatih dapat memberikan dukungan dan pemahaman yang tidak dapat diberikan oleh teman biasa. Terapi juga memberikan lingkungan yang aman dan terstruktur untuk mengeksplorasi dan memecahkan masalah, yang tidak selalu dimungkinkan dalam percakapan informal dengan teman.

 

Penting bagi kita untuk mengubah pandangan dan sikap terhadap masalah kesehatan mental, terutama di bulan Ramadan ini. Kita perlu lebih peka terhadap kesepian yang dirasakan oleh sesama, dan memberikan dukungan serta perhatian yang lebih kepada mereka yang membutuhkannya.

 

Selain itu, penting juga untuk mengedukasi diri sendiri dan orang lain tentang kesehatan mental, sehingga stigma dan mitos seputar kondisi ini dapat dikurangi. Dengan memahami bahwa masalah kesehatan mental adalah hal yang umum terjadi dan bahwa semua orang berhak untuk mendapatkan dukungan dan perawatan yang mereka butuhkan, kita dapat menciptakan lingkungan yang lebih inklusif dan mendukung bagi semua individu, terutama di bulan Ramadan yang penuh berkah ini.

 

Tag

Tagar Terkait

×
back to top