Twitter dalam masalah, 60 juta pengguna pergi tiap bulan

Oleh: Lalu Ahmad Hamdani - Selasa, 05 Des 2017 13:10 WIB

Ada masalah fundamental yang harus dibenahi Twitter agar performanya membaik di bursa saham.

Twitter ternyata punya masalah cukup besar terkait retensi dan kepuasan pengguna. Menurut data Fox Business (3/12), sekitar 60 juta pengguna Twitter meninggalkan platform media sosial tersebut tiap bulannya. Selain itu, seperti disampaikan CFO Twitter, Ned Segal, sebanyak 2 juta pengguna mengaktifkan kembali akun yang sudah tak aktif (lebih dari 30 hari) atau membuat akun baru tiap tahun. 

Akibatnya, Twitter jadi kurang menarik bagi pengiklan karena Return of Investment (ROI) tak setara Facebook. Ini berimbas pada pendapatan iklan Twitter yang tersungkur empat kuartal berturut-turut tahun ini. Belum jelas, bagaimana Twitter akan membalikkan keadaan ini tahun depan.

Retensi pengguna yang jelek ini juga membuat pertumbuhan pengguna Twitter tertinggal dibanding para pesaingnya. Tahun lalu, misalnya, pengguna aktif bulanan Twitter hanya naik 4 persen, sementara Facebook tumbuh 16 persen, Instagram lebih dari 33 persen.

Hal ini memaksa Twitter untuk berimprovisasi, memperbaharui produk mereka agar lebih akrab dengan pengguna, terutama pengguna muda. Catatan Fox Business menyebutkan, Twitter telah berimprovisasi untuk memperbaiki pengalaman pengguna, menyederhanakan proses olah konten dalam Twitter, terutama membuat postingan menjadi seperti timeline, bukan model kronologi seperti dulu lagi. Ada juga tambahan kolom "explore", untuk mencari konten-konten baru di Twitter. Kendati begitu, ini tidak memperbaiki jumlah retensi pengguna di dalam Twitter.

Tag