AI Makin Dominan di Dunia Korporasi, Tata Kelola dan Keamanan Jadi Sorotan
Laporan F5 mengungkap 78% perusahaan telah menjalankan AI inference sebagai operasi inti bisnis, diiringi tantangan keamanan dan tata kelola baru.
Kecerdasan buatan (AI) kini bukan lagi sekadar proyek percobaan di lingkungan perusahaan. Laporan terbaru F5 bertajuk State of Application Strategy (SOAS) 2026 menunjukkan bahwa AI telah bertransformasi menjadi bagian penting dari operasional bisnis, dengan 78 persen organisasi global kini menjalankan AI inference secara mandiri sebagai beban kerja produksi yang kritikal.
Temuan tersebut menandai pergeseran besar dalam pemanfaatan AI di dunia korporasi. Jika sebelumnya perusahaan fokus pada eksplorasi dan pengembangan model, kini perhatian beralih pada bagaimana AI dijalankan secara aman, andal, dan dalam skala besar untuk mendukung aktivitas bisnis sehari-hari.
Laporan yang melibatkan ratusan pemimpin teknologi informasi dan keamanan siber di berbagai negara itu juga menunjukkan bahwa perusahaan semakin memilih mengelola AI secara langsung dibanding mengandalkan layanan publik. Langkah tersebut dilakukan untuk memperoleh kendali yang lebih besar terhadap data, keamanan, serta performa sistem yang digunakan.
Chief Product Officer F5, Kunal Anand, mengatakan AI telah memasuki fase baru yang menuntut disiplin operasional setara dengan sistem bisnis kritis lainnya.