Kaspersky Temukan Toko Merchandise F1 Palsu, Data Kartu Pembayaran Bisa Dicuri
Kaspersky menemukan toko merchandise F1 palsu yang menyamar sebagai situs resmi dan berpotensi mencuri data pribadi serta pembayaran penggemar.
Contoh situs web yang menjual merchandise F1 palsu. dok. Kaspersky
Penggemar Formula 1 (F1) perlu berhati-hati ketika berburu merchandise tim maupun pembalap favorit secara online.
Kaspersky menemukan situs toko merchandise F1 palsu yang berpotensi digunakan untuk mencuri informasi pribadi dan data pembayaran pengguna.
Temuan tersebut muncul di tengah tingginya perhatian penggemar terhadap ajang balap F1.
Menurut Kaspersky, pelaku memanfaatkan antusiasme tersebut dengan membuat situs yang menyamar sebagai toko merchandise resmi.
- Karyawan Pakai ChatGPT dan DeepSeek untuk Kerja, Shadow AI Mulai Jadi Risiko Perusahaan
- AI Bikin Serangan Siber Makin Cepat, 52 Persen Ancaman Serius Terlambat Terdeteksi
- Waspada Penipuan Tiket BTS Arirang 2026, Kaspersky Temukan Situs Palsu Incar Penggemar
- Kaspersky Ungkap Strategi Aman Mengelola Agen AI di Organisasi
Situs palsu menggunakan branding F1 serta menampilkan gambar pembalap dan tim.
Sejumlah produk bahkan diklaim sebagai merchandise “resmi” atau “bersertifikat” untuk meyakinkan calon pembeli.
Tampilan situs juga dibuat menyerupai toko online pada umumnya. Pengguna dapat menemukan fitur pencarian produk, pembuatan akun, keranjang belanja, hingga klaim layanan pengiriman ke berbagai negara.
Risiko terbesar muncul ketika calon pembeli masuk ke tahap pembayaran atau checkout. Pada tahap tersebut, pengguna diminta memasukkan informasi pribadi maupun data pembayaran.
Kaspersky memperingatkan informasi yang dikirimkan melalui situs penipuan berpotensi jatuh ke tangan pelaku.
Pembayaran juga dapat tetap diproses tanpa barang yang dibeli pernah dikirimkan kepada konsumen.
Managing Director Kaspersky untuk Asia Pasifik Adrian Hia mengatakan momentum sebuah acara besar dapat dimanfaatkan penjahat siber karena konsumen cenderung lebih fokus mendapatkan produk yang berkaitan dengan tim atau figur favoritnya.
“Ajang besar sering kali menciptakan situasi di mana orang kurang teliti, terutama saat mereka menemukan tim atau pembalap favorit, ataupun merchandise yang ingin mereka beli,” ujar Adrian.
“Penjahat siber memanfaatkan perubahan fokus ini, di mana rasa antusias dan pengenalan merek bisa mengalahkan sikap waspada untuk melakukan verifikasi,” imbuhnya.
Karena itu, Adrian meminta penggemar memastikan penjual yang mereka gunakan benar-benar merupakan kanal resmi sebelum menyelesaikan transaksi.
Salah satu langkah pertama yang disarankan adalah memeriksa alamat situs atau URL sebelum melakukan pembelian.
Konsumen perlu memperhatikan ejaan nama merek dan memastikan toko tersebut merupakan pengecer atau mitra resmi.
Harga murah atau tampilan situs yang terlihat meyakinkan juga tidak cukup untuk membuktikan keaslian sebuah toko.
Pelaku dapat meniru berbagai elemen visual dari merek maupun toko online untuk membuat situs palsu terlihat profesional.
Kaspersky menyarankan konsumen bertransaksi melalui platform resmi dan memiliki reputasi baik.
Langkah tersebut dapat mengurangi risiko pencurian data pribadi, penipuan pembayaran, maupun kebocoran informasi sensitif.
Pengguna juga disarankan mengaktifkan notifikasi transaksi pada rekening atau metode pembayaran apabila tersedia.
Mutasi rekening perlu diperiksa secara berkala agar transaksi yang tidak dikenal dapat diketahui lebih cepat.
Selain itu, penggunaan perangkat keamanan yang dapat mendeteksi halaman berbahaya dan percobaan phishing dapat menjadi lapisan perlindungan tambahan ketika pengguna berbelanja melalui internet.









